Rabu, 08 Agustus 2018

ALBERT PRANATA

ALBERT PRANATA


Malam ini malam yang panjang, dan gua habis ngobrol sama salah satu orang yang paling gua suka ketika gua ajak ngobrol. Albert Pranata, Sipil 14. Entah kenapa dia adalah orang yang paling bisadan enak diajak ngobrol. Mencurahkan semua pemikiran dewa ku kepada dia. Dan dia juga salah satu yang paling bisa memposisikan diri sebagai pendengar yang baik dan saran yang baik. Entah kenapa gua terpelatuq dengan dirininya.
Awalnya malam ini gua hanya nantang dia buat menulis buku edisi booklet HMS ,
Namun setelahnya gua jadi ngobrol 2 masalah besar system di HMS
1.       SISTEM KADERISASI, ada forkad yang merupakan hal initial yang harus dibawa
2.       System BPA yang harus merupaka orang yang paling menarik aspirasi mereka.
Langkah apa yang semuanya harus kulakukan sejak saat ini adalah mulai menarik BP
Lewat film the wolf of wall street

Baca selengkapnya
Kaderisasi Pasif.

Kaderisasi Pasif.



Gerbang utama merubah sebuah organisasi.
Kalau kalian ada kegelisahan sampaikan saja, apalagi kegelisahan angkatan
Ditambah, mereka yakin bahwa pengganti2 mereka adalah orang2 yang tak kalah hebat, yaitu junior2 mereka, hasil kaderisasi HMS yang cerdas dan efisien. Kaderisasi yang mebuat putra – putri terbak bangsa yang memasuki gerbang perkulahan sadar bahwa himpunan bukanlah beban, bukanlah pilihan, bukanlah kewajiban, namun himpunan adalah sebuah kebutuhan. Tidak ada lagi him-nonhim karena seluruh peserta kaderisais paham betul apa arti berhimpun dan tidak ada orang yang sebodoh itu untuk melewatkan berkarya dan berkeluaga dalam sebuah himpunan yang jaya.

Baca selengkapnya

Forbas


DARIPADA RAGU LEBIH BAIK PULANG
HMS ITB turut berduka atas geliat kemahasiswaan yang sudah tak jelas arah substansinya. Tulisan ini keluar sebagai langkah awal pernyataan sikap dan wanti – wanti dari HMS ITB terhadapanya kegagalan sistem kemahasiswaan kita sekarang.
Puluhan postingan, ratusan komentar, dan ribuan orang telah membaca mengenai semua gerakan KM ITB saat ini. Huru – hara tentang forbas kali ini serasa muncul lebih dulu daripada esensi nya itu sendiri. Gerakan ekstremis untuk melakukan perubahan yang masif menjadi sebuah output keharusan. Tapi tidaklah kalian berpikir sejenak, apa sebenarnya yang kita harapkan dari semua hal ini?
Kita serasa tahu akan segalnya, dan menyambut forum hari ini seperti sebuah ajang eksistensi ataupun penghakiman tak berarah. Seberapa banyak curah pikiran yang kita habiskan dengan semua retorika ini, sedangkan agenda – agenda penitng lainnya yang harusnya dikawal, tersisihkan begitu saja. Tak pedulikah kita tentang nasib gerakan kemahasiswaan yang akhirnya tidak terekskalasikan dengan baik seperti AMI, Olimpiade KM ITB, Kolaborasa yang bahkan lebih ditunggu manfaatnya. Kepedulian kita redup dan dibutakan dengan huru – hara hingga lupa mengawal gerbang awal kemahasiswaan awal kita yaitu, OSKM.
Saya tidak yakin, apakah kalian memikirkan bahwa tindakan ini adalah tindakan yang benar? Kalian cenderung setengah2 melakukannya. Setengah maju, setengah ragu. Lalu sebenarnya narasi besar apa yang ingin kita bawa setelah pergolakan ini. Apakah KM ITB akan benar – beanr berubah sertelh forum ini selesai. Masih adakah wacana untuk mempertanyakan kembali KM ITB?
KM ITB tidak terbuat dari kebanggan yang sama, tapi kesamaan nasib anggotanya. Terbangun dari rasa memikiki anggota yang berjanji untuk saling peduli. Di tanah ganesha ini, gerakan kemahasiswaan sangat memberi arti  yang seharusnya membuka ruang untuk saling menghargai. Sistem KM ITB saat ini mungkin belum yang terhebat. Tapi tidak sepantasnya kita hanya sebagai kaum yang hanya mengutuk kebrorobokan system KM ITB saja, tanpa mau membangunnya dari akar rumput nilai luhur kemahasiswaan kampus kita. Jika ehendak untuk memperbaki system secara bersama-sama sudah musnah, niscaya semua mimpi dan harapan untuk kemahasiswaan yang lebih baik akan sirna. Keinginan hanya bisa terlaksana, jika kehendak bisa menjalar pada semua.
“Daripada Ragu Lebih Baik Pulang” Sebuah Alegori yang terpapampang nyata di gerbang masuk HMS ITB, menjadi sebuah prinsip yang mendarah daging bagi kami guna menandakan keyakinan dalam melakukan sesuatu.
Kata yg menggambarkan bahwa tidak ada hal yg bisa membawa dirimu kemana saja kecuali pikiranmu sendiri. Adalah hal penting bagi tiap langkah kehidupan, hingga di tiap langkahnya kami diajarkan perlu tahu kenapa harus melangkah, Jangan pernah melangkah jika kau sendiri merasa tak yakin dengan itu. Bukan untuk menunjukkan bahwa kami adalah kaum yang paling benar, tapi sebagai guratan emosional dan saran perbaikan bersama agar diversifikasi gerakan yang ingin diusung itu nyata adanya.
Kegagalan kali ini bukanlah salah individu ataupun kelompok. Tapi kesalahan Bersama semua elemen KM ITB. Untuk Itu kami menghimbau kepada elemen – elemen terkait yang ada di KM ITB : “Daripada Ragu, Lebih Baik Pulang”
1.    Kabinet KM ITB, sebagai ekskutif KM ITB. Pelopor perjuangan dan pergerakan utama, juga sebagai terang dan redupnya di kemahasiswaan kampus ini. Kami berpesan, Pemimpin yang bijak, tahu kapan saatnya harus bertindak. Mencari jalan tengah sesuai kebutuhan dari anggota sebagai basis landasan utama. Tidak semena – mena tanpa mengabari sebelumnya. Pengambilan keputusan haruslah represnntatif, maka dari itu jangan Cuma reaktif, tapi harus punya inisitaif.
2.    Kongres KM ITB, sebagai puncuk pimpinan landasan  kemahasiswaan kampus ini. Sebagai penentu sukses dan gagalnya system KM ITB. Pada konsepsi jelas tertulis kelemahan sistem KM akan muncul apabila kongres tidak mampu menjalankan kekuatan kontrolnya. Taat pada aturan memang penting, tapi mendobrak kebekuan tidak kalah genting. Jangan terlalu ribet melulu masalah birokrasi, di sisi lain pengambilan sikap berani tetap harus dieksekusi.
3.    HMJ sebagai basis keterwakilan massa KM ITB. Selayaknya harus juga peduli terhadap semua permasalahan sistem yang terjadi. Salah jika dirasa mengawal KM ITB sebagai bagian kontribusi eksternal dinilai tidak ada manfaatnya. Justru dengan berkutat hanya dengan urusan internal saja, organisasi lambat berkembang. Tertulis dalam Konsepsi KM ITB , pada langkah terakhir, apabila KM ITB mengalami krisis akibal kontrol kongres KM ITB tidak bejalan semestinya, maka menjadi tugas HMJ dan unit melakukan kontrol aktif secara informal. Dan penting bagi seluruh HMJ untuk membawa massanya paham akan arti penting KM ITB untuk Bersama.
4.    Teruntuk Massa KM ITB, yang masih merasa menjadi anggota KM ITB tanpa terkecuali Semua huru – hara yang terjadi adalah kesalahan bersama. Kita seperti kucing dan anjing yang kejar -kejaran saling bersuara tanpa mau menyelsaikan permasalahan secara bersama. Sebagai pihak yang punya kepentingan, dan ingin suaranya dan kegelisahannya didengar, Kita sudah bukan menjadi seorang gentleman yang duduk berdiskusi saling menyuarakan tesis-antitesis sehingga keluar solusi yang diterima bersama. Bukan malah saling mengutuk tanpa kejelasan. Di sisi lain, hasil dialektika kusir ini mengakibatkan pihak2 lain yang sejujurnya tidak tahu akar masalahanya jadi ikut terpantik tak mau tinggal diam. Hanya asik – asikan meramaikan ketidakjelasan ini.. Bukankah melelahkan jika selalu ikut tren, apalagi hanya agar dianggap keren. Maka jadilah seorang pembaharu yang berdampak, daripada terus mengikuti arus, hidup seperti tidak ada maknanya.
Seharusnya kita tahu bos, ketika KM ITB dilanda pergolakan, membuat ketidaksabilan system akan terjadi dan berdampak pada gerakan – gerakan lain yang lenggam dan tak terkawal dengan baik. Lalu apa yang akan menajdi kontrribusi kita terhadap bangsa ketika KM ITB sudah tidak bisa menjadi landasan kita dalam bergerak Bersama. Padahal Landasan demokrasi saat ini dirintis oleh senior kita yang memutuskan utuk menjadi martir. Tugas kita saat ini adalah membangun KM ITB mulai dari sekarang leawt kerja, cipta, karya, karsa, dan cinta.
Sekali lagi HMS Turut berduka atas geliat kemahasiswaan yang salah arah ini Semoga kasus ini menjadi pembelajaran kita Bersama untuk meningkatkan awareness terhadap semua kondisi kemahasiswaan yang terjadi. Dan menjadi mandat kedepannya agar semua elemen di dalam KM ITB yang bergerak mempunyai dasar pacu yang jelas dan tidak asal hanya ingin meraih eksistensi semata, tanpa menemukan makna luhur didalamnya Maka dari itu kami menghimbau, Cukupkan semua retorika ini, jika kita sebenarnya tak pernah tahu akan dibawah kemana pergolakan ini. Daripada Ragu Lebih baik pulang!
@Ahmad Wali Radhi kami tunggu komitmen perbaikanmu!
Di Bawah Matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan Maksud baik kita. Berdiri di pihak yang mana
Lih Rendra, sajak pertemuan mahasiswa 1977.

Baca selengkapnya

Minggu, 05 Agustus 2018

Rabu, 01 Agustus 2018

WISUDA HMS ITB
















Sebenarnya telah lama niatanku untuk menulis tentang kegiatan wisuda khususnya wisuda di HMS namun selalu kandas termakan sibuknya KP. Ya, KP memang menyibukkan sekali. Tapi akhirnya, KP bisa selesai juga, walau tinggal laporan. Curhat 😊

Secara definisi, Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas. Tapi bagiku, dan anak – anak HMS, Wisuda itinya Apresiasi. Ya, mungkin inilah puncak apresiasi dari segala bentuk apresiasi yang ada di HMS. Bagi wisudawan/wisudawati, wisuda merupakan tempat mereka terakhir di HMS sebelum dinonhimkan dan dilepas ke luar sana. Dan sudah selayakanya ini waktunya mereka untuk diapresiasi dari semua jerih payah yang ada di HMS.

Selain tujuan lain apresiasi, tujuan lain dari wisuda yaitu bagaimana meningkatkan rasa kekeluargaan dan kesatuan angkatan salah satunya. Ranah wisuda di HMS adalah ranah kaderisasi aktif bagi anggotanya, khususnya angkatan bawah.  Wisuda ranah yang sangat sakral, bagian dari kaderisasi aktif HMS. Entah kenapa semenjak aku jadi kahim, aku baru merasakan sebuah integrasi yang hebat dalam setiap proses berhimpun disini. Mulai dari ketika kita masuk sampai ranah menjadi pemegang estafet kepemimpinan. Rasanya tak hentinya diriku dibentuk dan ditempa dalam proses yang tidak instan dan berkesinambungan. Dan ini semua termaktub dalam jenjang kaderisasi HMS ITB. Mulai dari proyek angkatan – wisuda oktober, hingga ketika mereka jadi pengurus yang bertanggung jawab atas terlaksanannya kegiatan proyek angkatan – wisuda oktober. Terus seperti itu, dan tidak pernah ada satu pun yang terlewat. Memang HMS hanyalah sebuah wadah, tapi wadah ini begitu memberikan banyak ilmu bagi mereka yang mencarinya.

Rangkaian Wisuda ini dimulai dari langkah awal yaitu terbentuknya panitia yang mengurusnya.  Panwis merupakan angkatan paling junior. Jika BP saat itu angkatan 2015, maka panwis harus dari angkatan 2016 atau dibawahnya lagi.  Proses terbentuknya panwis diawali dari pemilihan kawis (ketua wisuda) terlebih dahulu, dan semuanya diserahkan kepada angkatan. Karena kembali lagi, ini jenjang kaderisasi angkatan. Dari mereka, oleh mereka, dan untuk mereka. Dan semua nya mereka lah yang bertanggung jawab. Karena mereka lah yang memulai dan akan mengakhiri semua prosesnya. Entah diakhiri dengan senyuman dan tepuk tangan, atau kekecewaan dan kesedihan. Ini juga merupakan tugasku untuk mendidik mereka agar mantap dalam melangkah dan menentukan pilihan.

Setelah Kawis terpilih dari angkatan, selanjutnya kawis ini menyusun perangkat wisudanya yang dinamakan panring (panitia inti/perangkat wisuda) dari mereka. Metodenya dikembalikan kepada kawis nya, ingin closerec ataupun oprec. Ranah yang harus dilalui selanjutnya adalah menyusun staff – staff dari divisi – divisi yang telah dibentuk sembari menjalankan tugas – tugas kepantiian yang harus terus jalan  3 divisi yang paling penting dari kepanitiaan wisuda ini adalah Acara,LO,Lapangan.Sisanya adalah pengembangan dan supporting system yang berperan membantu keberjalanan divisi – divisi di atas agar acara berjalan sukses. Seperti : Artistik, PubDok,Administratif, dll.

Dimana letak peran BP? Ohiya sebelumnya departemen yang dalam hal ini paling bersinggungan dengan wisuda adalah Kesra dan Kaderisasi. Disini merekalah Departemen yang paling mengawal wisuda sekaligus tugas-pokok-fungsi mereka. Peran BP disini adalah mengawal keberjalanan wisuda agar lancar sampai akhir. Nilai dan budaya yang panwis belum pernah mendengar, wajib BP ajarkan. BP punya tanggung jawab besar dalam mengawal ini. Dan terlebih selalu diadakan persentasi ke BP setiap minggunya. Inilah wadah dimana BP bisa berkontirbusi dalam wisuda.

Selain itu, juga ada ranah juga pengawalan dari massa dalam hal persentasi massa, atau biasanya juga dilakukan hanya dengan persentasi wisuda. Harusnya persentasi ini ga hanya sekali, karena tuntutan kaderisasi dan penciptaan pola pikir. Selain itu jika hanya persentasi dilakukan sekali, lalu inputan ini dianggap sebagai apa kalau teknis sudah jadi.

Setelah melalui proses yang panjang dan melehkan, maka selanjutnya adalah eksekusi. Rangkain yang ada terdiri dari wisnite, syukwis prodi, dan wisday.
Wisnite merupakan acara malam perpisahan yang berisi banyak seru - seruannya. Jadi disini mereka disuguhi banyak games dan hiburan dari angkatannya yang belum lulus, maupun dari angkatan bawah. Wisnite biasanya merupakan rangkaian acara yang paling menghabiskan banyak dana. Sebuah hal yang wajar, karena disini lah acara yang bisa mencampurkan senyum di pipi sekaligus haru di muka. Ya,banyak acara hiburan dan juga tidak ketinggalan ada acara refleksi juga. Wisnite ini menyajikan sebuah tumpah ruah dalam satu acara pada malam itu juga. Mulai dari perform angkatan, game – game receh, hingga refleksi.

Syukwis Prodi, adalah acara dari prodi resmi sebagai acara syukuran untuk melepas wisudawan yang telah lulus. Acara ini biasanya berisi sambutan kaprodi, dosen, mahasiswa berperestasi, dan diakhiri dengan makan Bersama.

Wisday merupakan rangkaian puncak wisuda merupakan acara resmi dari HMS mulai dari penyambutan di sabuga, arak – arakan sampai penon-himan. Ya, Disini para LO wisudawan/wisudawati bertumpah ruah menghampiri dan melayani kebutuhan wisudawannya. Setelah itu dilanjutkan arak – arakan wisuda dari mulai sabuga – tangga spiral -saraga – tunnel – jalan mesin – hingga berakhir di depan sekretariat hms di jalan C. BIasanya ada yang Namanya Lorong apresiasi tergantung kebutuhan massa. Selanjutnya dilakukan prosesi pelepasan dari angkatan. Selanjutnya semua nya di akhiri dengan penonhiman.

Ya, itu semua rangkaian panjang wisuda. Mengapa bagi kami wisuda penting, karena tak ada yang lebih tinggi daripada sebuah ranah apresiasi untuk mereka yang telah berkontribusi di HMS.

Hey kuy, lihatlah bos-bismu ini,
yang siap menantang kerasnya cakrawala negeri
Dengan semua nilai – nilai yang telah diberi
Sebentar lagi kami yang akan memegang pergerakan bangsa ini.

Hey bos, lihatlah kuya-kuyimu ini
Kami, yang sealu bersemangat untuk mengawalmu.
Menjunjung tinggi apresiasi untukmu
Sebagai balas budi atas semua jasamu
Sekian



Baca selengkapnya