Rabu, 16 Mei 2018

Minggu 18-19

Minggu 18-19

Senin, 7 Mei
Dilaksanakan rapat dies yang tak kunjung2 selesai. Karea disini aku yang langsung memegang proker ini. Ohiya sebelumnya siangnya aku ke Tempat KP dengan Reza memastikan kejelasan tempatku KP.

Selasa, 8 Mei
Belajar Dinstruk

Rabu, 9 Mei
Seperti biasa ujian Anstrik 6 jam yang melelahkan tapi akhirnya selesai juga. Selanjutnya, dilanjutkan dengan mengerjakan baja dan ngobrol di sekre sama teman2.

Kamis, 10 Mei
Belajar Bangunan Air, kayanya ga efeketif juga sih. Sempet ke sekre.

Jumat, 11 Mei
Terus jumatnya ujian siang , dateng telat tapi untung kelar.Satu yang kusayangkan adalah praktik kecurangan yang terjadi di mana2 . Kemarin kutemui saat ujian Bang air. Subhanallah.hal ini mengulangi kesalahaahan saat kutemukan juga kecurangan di Ujian Dinstruk. Jumat malem mau bahas dies tapi ga jadi.

Sabtu, 12 Mei
Aku sarapan ke bu tatang, terus nemenin anggi. Sabtu  Anggi Dateng Ke ITB, ya aku , berta, glory dan ina menemani Anggi jalan2 di sekitar kampus. Untuk sekedar mengenalkan hal2 yang unik di Kampus. Singkat cerita biasa aku jadi guide di ITB. dan hari ini ternyata aku baru dibawa kunjungan ke himpunan timurjauh. And this is my first time berada di sana. Benar2 di sekrenya. Bener2 berada di sekitar mereka. Apalagi kebetulan waktu itu ada anak2 HMT sedang rapat BP. Seru sih diceritain berta banya hal tentang Himpunan timur jauh. Dan banyak sebenarnya yang kurang dariku sebagai pemimpin di HMS ini, jika menndegar cerita dari Berta tentang himpunannya. Ya intinya banyak yang bisa kudapatkan Selanjutnya aku ketemu dengan The Student Loop again dan dia membahas tentang kerja di luar sana dan memberikan tawaran asuransi bagi mahasiswa ITB.

Minggu, 13 Mei
Belajar Perjal di kosan . tapi disini aku merasa beajar kelompok yang paling efektif.

Senin, 14 Mei
abis ujian perjal, ujian terakhir.  bergegas ku langsung beresin kamar. malemnya aku ngerjain baja

selasa, 15 Mei
bu tatang dulu lah, abis itu tiduran sampai siang, abis itu ngerumus2in siangnya, sore lari, malem tepar

Baca selengkapnya

Minggu, 06 Mei 2018

minggu 17

minggu 17

Hari ini adalah Minggu Ujian
Tapi kegiatan harus tetap jalan. kalau kata Iban Aso
" Kampus harus tetap dinamis kapanpun itu"
-Menko Dinamisasi Kampus
senin 30 April 
setelah ujian baja, longgar sih tapi kupakai buat dateng ke majelis taklim di gEHer kalong dan beli buku di bazar buku. acaranya bagus banget dan aku insyaallah pengen rutin dateng majelis taklim kedepannya.

selasa, 1 Mei
Aksi. aksi pertama yang kuikuti yaitu demo buruh. wah itu keren banget. banyak banget panas2an. tapi aku bingung kenapa mereka sangat rela untuk panas2an sedangkan belum tentu haknya dipenuhi. Apakah ada penunggang di dalamnya, apakah ini ranah tebar pesona politisasi, ah entahlah terlalu berat memikirkannya. Ada pula teatrikal dari anarko. dan aku kaget ternyata temaku ikut di dalamnya.

Rabu, 2 Mei
rencana belajar rekpon tapi masih negrjain tugas

kamis, 3 Mei
ujian rekpon

jumat, 4 Mei
ujian MPK dan habis itu TFT yeay. aku bergegas datang kesana buat ngurus perizinan ke tentara. terus balik lagi untuk ngurus perizinan KP dan ternyata PP dari lembang capek banget ditambah pulang kehujanan parah dan ga jadi ke tempat KP. abis itu malemnya berangkat. dan mereka rame parah ternyata ditambah suasananya yang militer menurutku salah satu hal yang bagus. ada tentara + menwa. malam aku ga tidur, ya tidur sih kayanya cuman setengah jam.
abis itu paginya ikut mereka materi dan akhirnya ada FGD minta inputannya mereka. overall acaranya bagus bgt sih. Sebuah acara inovatif dari Dept. Kaderisasi tahun ini. BPpun ramai, overall aku bisa bersyukur sih.

sabtu, 5 Mei malam
ada 2012 ke sekre rame bgt keren lah menurutku masih bisa kompak walau udah ga kuliah. jadi terinspirasi dan terpantik

Baca selengkapnya
Minggu 16

Minggu 16

minggu2 ini hanya dipenuhi oleh rangkaian2 singkat seperti biasa.
hari selasa aku berangkat sangat pagi untuk mengerjakan tugas. makan mie di warung indomie dekat area sipil dan aku baru tahu kalau disana mereka udah buka jam segitu
sabtunya  ada ujian dinstruk yang bikin kaget sedunia karena jadwalnya diajukan hampir 3 minggu lebih awal. semoga tidak dapat jelek ya hehe. Akhirnya 2 minggu kemudian pengumuman aku ga ngulang, terimakasih Ya Allah. FYI, aku juga cukup sedih ada sekitar belasan temanku yang harus mengulang semester depan. Setelah ujian dinstruk aku diajak kumpul2 dengan para kahim di dwilingga Ya, disana kita bicara banyak hal dan sharing pengalaman. Tentang aksi. Tentang intel (kebetulan ada org yang dicurigain intel datang) dan ttg kehidupan2 himpunan.
aku banyak mendapatkan ilmu saat itu, tapi aku harus bergegas pulang sebelum jam 12 karena ada deadline ujian. aduh tugas dan tubesku masih menumpuk. besok senin ada ujian baja soalnya. semangat lah ya!
tapi jujur ujian semester ini aku merasa belajar ku sangat kurang. Ya, mungkin karena efek ga pernah merhatiin di kelas. Aku serasa demotivasi semester ini terkait akademik. Ya Allah semoga engkau kembalikan semangatku dan engkau jaga hasil ujianku supay mendapatkan hasil yang terbaik. Amin!
Baca selengkapnya

Minggu, 22 April 2018

Minggu 15

Minggu 15

Senin, 16 April 2018
seperti biasa hidup berjalan mulus dengan forum yang selalu berjalan setiap malam. Tapi, entah kenapa malam ini aku free dan kemudian pulang. Aku juga lupa persis kenapa aku langsung pulang. Tapi intinya kadang aku sendiri merasa aneh ketika malam tidak dihabiskan dengan forum - forum yang ada. Ya bagiku ini sebuah istirahat sejenak dari dinamisnya kemahsiswaan di KM ITB.

Selasa, 17 April 2018
berangkat stgah 6 ke sekre niatnya ngrjain tugas, karena kemarin janji akan nginep namun wacana. Aku tak lupa ngeprint tugas dulu. tapi ternyata enak loh berangkat pagi itu. but di kelas, HP ternyata rusak. Parah lah pokoknya. akhirnya mau service ternyata yang rusak LCD. jadinya rusak 2 kali deh. selanjutnya aku datang forum KAT dan yang hadir sumpah dikir banget. Ini forum KAT ITB. terus setelah jam 1 yg sisa tinggal kahim2 beberapa dan orang2 yg peduli dengan km itb.
Berbicara tentang KAT ( Kaderisasi Awal Terpusat) sempat pernah dijelaskan filosofinya, ya intinya aktivis terpusat balik lagi ke pusat. KAT mempunyai peran penting dalam kolaborasi lembaga :
  1. Resources, bagaimana sinergisasi anak - anak himpunan untuk KAT ini
  2. Nilai, yang harus diselaraskan menjadi sebuah proses kaderisasi dari seluruh - seluruh elemen HMJ yang ada di KM ITB
  3. Regulasim yang harus dipatuhi oleh setiap elemen yang berperan.

Rabu, 18 April 2018
HPku rusak. Ya hp rusak memang sangat tidak mengenakkan. Malam ini ada forum mantap yaitu angkirngan. dan materinya yahud abis. Membawakan tentang isu Kecelakaan dalam dunia konstruksi. Waktu itu Pembicara yang hadir adalah Praktisi dari Wika. Dan ternyata yang hadir kajian juga dari himpunan - himpunan lain. mantap abis pokoknya.

Kamis, 19 April 2018
rapat BP yeay lengkap, cuman faris aja yang ga hadir. bahasannya banyak lah. pokoknya seru. Entah kenapa aku sangat tersanjung sekali BP yang kukira kerekatannya kurang ini bisa menyatu dan datang semua pada saat rapat BP. Aku sangat excited , dan kenangan yang ga akan kulupa dengan meramaikannya sekre malam itu. 

Jumat, 20 April 2018
Jumat adalah kegiatan awal dari BP yaitu  kumpul perdana departemen. Disini lah ajang BP berkenalan dengan para staffnya, selanjutnya juga ada proker desain guru yang banyak mengajarkan kita tentang filosofi desai. Semapt juga disanjung oleh para bos - bos tentang gebrakan ini. Dan memperlihatkan bahwa supporting system ga hanya menjadi support saja tapi juga bisa menjadi sosok utama dalam pergerakan himpunan. Overal good job!

Sabtu, 21 April 2018
kulap ke cisumdawu. banyak dapet ilmu dan insight. Dimana konstruksi dari terowongan ini memerlukan teknik yang tinggi. Ga hanya mahasiswa yang tertarik melihatnya. Ini acara alsi, dan banyak dari generasi alsi dari berbagai angkatan, mulai dari yang termuda sampai tua ikut terjun ke lapangan untuk melihat konstruksi terowongan ini.Pelajaran yang diambil adalah bagaimana kita dapat menjadi seorang insniyur yang handal di bidangnya.

Minggu, 22 April 2018
banyak banget yang didaptkan dari 2 hal ada seminar sibades dan pelatihan jurnalistik cremona. di sibades kak nyoman banyak ngasih pesan dan juga bang jule tentunya. Di Cremona menghasilkan pelatihan yang keren. Walaupun akirnya kedua proker ini bentrok dalam hal jadwal tapi overall bagus.

Bebearapa pelajaran yang kudapat adalah :
  1. sebagai ketua/pemimpin ciptakan citra yang kredibel
  2. ide ya direalisasikan.
  3. maka ada 3 tips merealisasikannya 
  • buat yang tidak tahu menjadi tahu
  • kasih wadah mereka
  • keuarlah dari zona nyaman. DENGAN METODE PALING KREATIF.
  1. masuk ITB itu susah, ngapain keluar buru2.
  2. pendiri LSM
  3. Gerakan itu sustainibility
  4. Kader dengan value yang sama
Baca selengkapnya

Kemahasiswaan Yang diidam-idamkan Kelak



Supaya Lulusannya tak hanya menjadi pelopor pembangunan, tetapi juga pelopor persatuan dan kesatuan bangsa

Untuk : Semua Kawan – Kawan senasib seperjuangan
Malam massa kampus. Seakan hanya malam kita mampu menyediakan waktu bersama untuk saling menyapa. Kini, entah semakin disadari atau tidak, Lenggam Kemahasiswaan kita kian memprihatinkan. Pergerakan kemahasiswaan selalu hanya menjadi sebuah mimpi semata. Dinamisasi Kampus seakan menjadi sebuah oase yang tak kunjung tercapai. Apalagi untuk bermimpi pergerakan satu KM ITB? Sebuah angan — angan besar yang merubah getir menjadi tawa.
Namun, tak boleh kita, hanya mengutuk kegelapan tanpa mau menyalakan terang di dalamnya. Semua ini bukan tanpa usaha. Segala usaha telah dilakukan. Pemira, Student Summithearing OSKM semua telah dilalui. Namun nyatanya wadah ini hanya menjadi gerimis di siang hari, karena terlalu sedikit orang yang terlibat dan mengawalnya. Ya, mereka itulah orang — orang yang masih memiliki keprihatinan di hatinya terkait KM itb. Karena kalau bukan mereka siapa lagi.
Sejenak mari kita ber-refleksi. Mengutip sebuah lirik lagu kemahasiswaan yang dulu “Kampusku rumahku, kampusku negeriku, kampusku kebebasanku”. Masihkah Relevan saat ini?
Gerakan Kemahasiswaan saat ini semakin dipersempit. Ruang — ruang publik berusaha dimatikan. Jam malam mengambil banyak andil dalam mensukseskan kebobrokan ini. Beban akademik seperti tak kunjung surut dan semakin menggila mendekati masa — masa ujian. Sedangkan gerakan kemahasiswaan dituntut untuk tidak lekang oleh keadaan. Maka, harus tercipta mahasiswa — mahasiswa super yang bisa memadu-padankan kedua aspek tersebut untuk tetap berjalan beriringan dan sama — sama balance. Dan yang pasti harus mengurangi waktu tidur yang notabene adalah kebutuhan primer.
Ditinjau dari kondisi internal mahasiswanya, jiwa — jiwa gelisah semakin redup. Kegelisahan akan Indonesia, masyarakat, KM ITB, maupun lingkungan sekitar semakin tiada. Jangankan mau peduli dengan itu semua, bahkan keadaan teman samping kanan-kirinya saja mungkin tak tahu sekarang. Padahal kepedulian itu menular kawan. Begitu juga ketidak pedulian itu diajarkan. Semestinya pendidikan di kampus ini membentuk mahasiswa seutuhnya bukan robot.
Kuliah semakin monoton setiap hari dengan segala polemik yang terjadi. Masuk kelas, duduk, mendengarkan, dan diakhiri dengan tugas kuliah yang meninggalkan beban pekerjaan. Praktis Sabtu-Minggu menjadi ajang penghabisan tugas karena setiap weekdays selalu diakhiri dengan keletihan karena menjalani kuliah seharian. Dimana mimbar kebebasan mahasiswa untuk berkarya, berorganisasi, dan berdiskusi untuk masa depan Indonesia? Ya, disela — sela itu. Padahal sebagai mahasiswa (Apalagi ITB) tak cukup sekedar jadi tumpuan orang tua saja kedepannya, tapi juga tumpuan ibu pertiwi dan nusantara.

Ke(Maha)Siswaan
Secara umum mahasiswa menurut KBBI, adalah orang yang belajar di perguruan tinggi. Lalu Apa itu kemahasiswaan? Kalau kata banyak orang sih berorganisasi, atau jadi akademisi, beberapa teman yang lebih ekstrem menyebut “ya sekedar main pingpong di sekre juga kemahasiswaan”. Semua benar, karena dari KBBI definisi kemahasiswaan adalah sebatas semua seluk-beluk mahasiswa.
Tapi apa iya, kemahasiswaan kita hanya diisi oleh belajar di kelas dan main pingpong semata? Ingat baik — baik bahwa ada kata “Maha” di depannya , itu berarti mahasiswa adalah manusia yang memiliki tanggung jawab lebih, siap dan cakap memangku jabatan dan menjadi harapan rakyat untuk membangun negeri ini serta memiliki keinsafan dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia.
Intinya di Kemahasiswaan kita belajar memanusiakan manusia. Hal ini merupakan visualisasi masa depan dimana kita akan hidup di sebuah lingkup luas yang dinamakan “masyarakat” yang menjadi sebuah subjek sekaligus objek. Atau dapat ditarik kesimpulan : Jika, semua yang pernah kamu lakukan di dunia kemahasiswaan belum sampai bermanfaat atau berdampak untuk sekitar itu berarti belum layak disebut berkemahasiswaan.

Kondisi Kemahasiswaan Ideal
Berdasarkan tujuan yang tertera pada konsepsi organisasi kemahasiswaan KM ITB nomor 2 dan 3 (dari 5 butir yang ditulis.)
2.       memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk menjadi pemimpin dan penggerak dalam kehidupan bangsa
3.       ikut serta menyumbangkan karya dan pikiran dalam penataan kehidupan bangsa.
Baru 2 hal ini saja selaiknya telah menampar keras sanubari kita masing — masing. Seberapa jauh dari kata ideal kemahasiswaan yang kita lakukan sampai saat ini. Mahasiswa yang digadang — gadang sebagai agent of change, guardian of value, dan iron stock seakan hanya menjadi sebuah bualan semata.
Karena kembali, ini tentang pola pikir kawan. Mahasiswa saat ini terlalu terfokus pada pengembangan diri sendiri, tanpa mau menengok sejenak lingkungan sekitar kita. Siapa? Orang — orang di luar sana yang membutuhkan kita untuk terjun langsung merubah mereka. Merubah paradigma mereka bahwa hidup tak sekedar berpangku tangan menunggu rezeki, tapi menciptakannya dengan usaha masing — masing. Sepertinya tak pernah terbesit bagi kita memikirkan Indonesia, maksudku mempedulikannya.
.
Kondisi Kemahasiswaa Masa Kini
Sebagaimana pernah diutarakan oleh Erich Fromm, kampus seharusnya menjadi pusat budaya dan demokrasi. Dan untuk terciptanya hal itu maka semua berawal dari sebuah tahap yang bernama kaderisasi. Kaderisasi merupakan ujung tombak organisasi kemahasiswaan agar bisa tetap hidup dan menghidupi anggotanya dengan nilai — nilai yang terbesit di dalamnya. Tidak percaya? Kalau menghancurkan organisasi, maka hancurkan saja kaderisasinya.
Lalu coba kita lihat pola kemahasiswaan masa kini.



Pengkerdilan peran mahasiswa sudah terlihat nyata. Aturan lulus 6 tahun semakin membuat mahasiswa diburu — diburu menuntaskan beban akademiknya. Semakin diperkeruh dengan para swasta — swasta organisasi yang memilih say goodbye duluan dan mengikuti teman — teman yang lain ketimbang membimbing adik — adiknya terhadap value — value yang dulu selalu diajarkan ke mereka. Kaderisasi yang dibatasi waktu, semakin membuat organisasi memeras otak lebih dalam untuk beradaptasi. Sehingga, ketika input (re : mahasiwayang selalu berbeda setiap periodenya, dan kualitas output ( re : mahasiswa) dari proses mengkader ini yang tetap dituntut tak jauh berbeda dari falsafah organisasi, membuat kaderisasi semakin harus dirubah menyesuaikan faktor — faktor keadaan yang ada. Dunia kemahsiswaan semakin dipersempit dengan terlibatnya satu faktor yang paling berdampak saat ini yaitu : Arus Globalisasi. Sehingga memunculkan paradigma 
“5–10 Tahun lagi Berhimpun (arti : berkumpul, berdiskusi, bersosialisasi) mungkin tidak dibutuhkan lagi, dan himpunan sebagai landasan pacu kemahasiswaan akan sirna di kemudian hari”
Dengan semua polemik yang terjadi Independensi mahasiswa seakan runtuh. Coba tanya seberapa banyak mahasiswa yang memiliki mimpi kedepannya ketika lulus ingin memperbaiki Indonesia. Alur produksi lulusan ITB pun bisa ditebak: masuk dipuji, IPK besar, lulus dapat kerja mapan, lalu hidup nyaman dengan keluarga. Seolah tidak terbesit sediktipun dalam diri kita untuk melakukan usaha terbaik yang bisa kita lakukan untuk Indonesia kelak. Agar ketika lulus nanti niscaya 4000 lulusan ITB setiap tahunnya dapat merubah Indonesia dari semua sektor yang ada. Ayolah kawan ini demi Indonesia-mu dan Indonesia-kita. Karena yang kuharapkan cuman satu : semasa kau menjadi mahasiswa IPK kehidupanmu ga kalah besar dengan IPK Akademikmu.

Untuk Indonesia yang lebih baik
Dunia Kemahasiswaan dulu berbeda dengan sekarang. Pola pergerakannya-pun berbeda. Tekanan yang kuat dari pemerintah dan posisi mahasiswa saat itu sebagai oposisi utama pemerintah melahirkan gerakan – gerakan yang terlihat “garang”. Keadaan saat ini memberikan pola pergerakan lain. Dengan semua keadaan yang membuai saat ini, tak boleh kita diam teronggok lesu dan hanya menunggu gebrakan dari atas. Haluan kemahasiswaan saat ini seharusnya sudah dapat menjadi kontributor nyata bagsa melalui karyanya masing - masing. Metodenya bebas, baik individu, kelompok, komunitas, bahkan event-event seperti PKM maupun Lomba Inovasi dapat dicoba. Aksi terjun langsung baik ke masyrakat ataupun melalui komunitas – komunitas (ex : himpunan, unit, ormek, dll) juga merupakan langkah besar. Intinya hanya satu : Berkarya secara nyata!.
Mengutip kalimat dari abangku “ Ide itu udah banyak, beribu – ribu. Bahkan pertumbuhannya sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Sekarang tinggal siapa yang mau merealisasikannya dan berkarya di jalan itu”.
Kelak kuharap, semoga lulusan yang pernah ditempa di kawah candradimuka Kampus Gajah harus tetap membawa ikrar seperti yang tertulis di Plaza Widya Nusantara “Agar setiap tanya tentang bangsa ini mendapatkan jawabannya”. Jangan sampai, lulusannya jadi pejabat yang hanya bisa berplesir ke hotel – hotel mewah atau makan makanan enak di restoran jepang.
Jadi untukmu semua kawan – kawan senasib seperjuangan
Untuk sang aktivis, teruslah gelisah dan suarakan apa yang kami butuhkan. Sebab jika keadaan didiamkan begitu saja. Kebijakan tidak akan berubah. Dan pemerintahan di luar sana akan selalu mempertahankan keasalahannya.
Untuk engkau para penggiat pengmas, jika ternyata aktivis tak bisa menuntaskan karena respon dari pemerintah yang terlalu lama, maka turunlah ke desa, penuhi suara- suara rakyat yang tersiksa karena keadaan. Bantu mereka memenuhi apa yang mereka butuhkan atau yang mereka rasakan.
untuk engkau yang berfokus pada dunia entrepeneur, benar apa yang kau lakukan, Ekonomi harus ditingkatkan. Dengan banyaknya pengangguran yang turun ke jalan, lapangan pekerjaan wajib diciptakan. Semoga kau menjadi secercah solusi untuk ekonomi negara kita yang akan datang.
Dan tak lupa untuk kau temanku sang Cendekiawan. Belajar adalah kewajiban utama setiap dari kita. Tapi tak semua orang sepintar dan secerdas kau. Maka majukan negara ini dengan riset – riset dan penelitianmu. Jangan sampai selamanya, kita mengemis teknologi dari negara lain. Kita sendirilah yang harus menciptakanya. Dan semoga dengan adanya dirimu, semoga perteknologian bangsa ini semakin hebat dan Indonesia benar – benar bisa menjadi negara maju seperti yang diharapkan.
Dan bagiku semua ini masih relevan tercakupi dalam sebuah wadah bernama KM ITB. Sebuah wadah yang lengkap dan memberi kita semua peran yang mau kita pilih. Dan semoga kemahasiswaan kita kelak bisa menjadi perkumpulan karya dari orang  - orang hebat dan berbeda warna dari seluruh sudut kampus. Dan niscaya dari pemuda – pemuda ini Bangsa kita akan benar – benar merdeka diatas tanahnya sendiri.
Sebab beratus juta rakyat Indonesia , menantimu, menantiku, menantikan kita”

Anggota Biasa KM ITB

Anggi Renady Pratama
NIM 15015100
NBP 1598.08.50379



Baca selengkapnya