Selasa, 02 Januari 2018

Keluarga baru di KOLABORASA

Setelah full disibukkan mengurus menwa kurang lebih 2 minggu ke belakang, aku kembali ke tanggungan pikiran ku sebelumnya yaitu kolaborasa. Ya, kolaborasa ini adalah sebuah kegiatan kemahasiswaan terpusat di KM ITB yang concern terhadap isu – isu kemasyarakatan di sekitar lingkungan daerah ITB. Kolaborasa juga merupakan arahan turunan dari student summit, sebuah forum diskusi besar penentuan arah gerak kabinet KM ITB kedepannya. Dan salah satu hasil kesepakatan lembaga2 adalah diadakannya sebuah kegiatan terpusat yang menampung aktualiasi dalam bidang pengabdian masyrakat, hal ini didukung oleh 9 lembaga saat itu.
For Your Information,  dulu sebelum liburan semester 4 genap dimulai, aku mencalonkan diri untuk menjadi ketua kolaborasa ini. Ya , dibantu dengan teman – teman dekat, pencalonan ini pun tidak kuumbar dengan banyak orang, karena aku tahu kiprahku di terpusat kurang sekali. Ya aku dibantu beberapa temenku dari Gea, LKM, FTSL, yang kukenal emang punya jiwa di pengmas, tapi tetep konten 100% aku yang nyusun. Tetapi, akhirnya semua ini gagal padahal persiapan ku lama sejauh 3 bulan lamanya. Mungkn niatanku yang tak sepenuhnya totalitas untuk acara ini lah yang membuatku tidak terpilih dalam pencalonannya. Calonnya ada 2, yang sekarang menjdi ketuaku saat ini Hamoc MT 15.


Gagal Nyalon

Walaupun kerja kerasku akhirnya menghasilkan bahwa belum saatnya aku memegang amanah ini, aku tetap positif thinking dan berprasangka baik kepada Allah bahwa suatu saat aku akan dapat hasil yang jauh lebih baik daripada ini.
Akhirnya aku memenuhi permintaan Hamoc yang ingin mengajak bertemu denganku , berdiskusi demi kebaikan ke depan, dan mengajakku bergabugn dalam timnya kedepan. Awalnya aku selalu menunda2 karena memang aku masih harus mengurus tentang Menwa yang sebelumnya pernah kueritakan. Dan akhir dari semua ini, kita memutuskan untuk bertemu di Koridor Timur Salmanm. Setelah ngobrol banyak hal, akhirnya aku memutuskan untuk membantu hamoc dalam kepengurusannya selama satu semester ke depan.
Dan aku bersyukur aku kalah. Karena dari sana aku belajar tentang arti kejujuran dalam berjuang. Berulang kali aku nyatakan kepada diri aku " jika aku pernah menyatakan mimpi2 dan komitmen aku untuk siap menjadi seorang pemimpin , apakah lantas aku akan mengkhianati semua itu ketika tidak terpilih?". 
Akhirnya aku ditunjuk menjadi Kabid Program Kolaborasa, Setelah deal – dealan banyak hal, aku diamanahi untuk memegang 4 Bidang. Yaitu, Divisi Program Pendidikan (membantu lembaga adalam melaksanakan program – program pendidikan) kadivnya Ainun Asyifa  TL 15, saat ini Januari 2018 dia sedang melaksanakan DK di pelosok2 nusantar,  Divisi Program Umum ( membantu lembaga dalam melaskanakan program2 non pendidikan) Kadivnya Aldy MS’15, nama panggilannya mirip namaku,  dia juga calon ketua KPA . Divisi Data Kemasyarakatan ( Menghimpun data – data yang berguna untuk digunakan lembaga2 dalam berpengmas) Kadivnya Hamdi PL’15 , Merupakan satu2nya orang yang kurekrut sendiri disini. Dan Divisi Propaganda ( Mensuasanakan kolaborasa ke lingkungan Kampus), Kadivnya Canggih Hawari KL’16 satu – satunya orang unik di ITB ini. Perekrutan orang2 ini full dari hamoc karena jujur ini efek dari tidak aktifnya aku di terpusat sehingga tidak punya banyak kenalan sana sini, ya kecuali Hamdi yang aku rekrut sendiri. Terakhir yang kuanggap pilihan yang tepat, adalah perekrutan wakabid yaitu Dwi KL'15, Dimana dia merupakan orang yang mampu membackupku ketika aku dituntut untuk membagi waktu terhadp yang lain. aku bersyukur aku disini, karena banyak mendapat orang – orang hebat dalam kepengurusan kali ini. Aku jadi banyak belajar bagaimana memposisikan diriku menjadi berbeda dari sebelumnya menyesuaikan tuntutan dari organisasi.
Foto di Organogram Cakep Uga

Masuk di bidang program aku diarahkan untuk melaksanakan 4 tugas , yaitu :
1.       Mendorong lembaga untuk berpartisipasi sebagai Inisiator pengmas di ITB
2.       Menjadi Fasilitator sekaligus konsultan mereka dalam berpengmas
3.       Pendorong dan pensuasana rasa kemasyrakatan dan menggagas ide2 kemasyarkatan di Kampus
4.       Mengkaji dan mengevaluasi setiap kegiatan pengmas yang ada.
Beberapa acara yang menjadi tugas pokokku berjalan dengan lancar seperti pengmas wisudanya PATRA, dan syukwisnya MBWG yang bersama anak2 yatim piatu. Lalu, Kajian2 akhir bulan juga yang kubawa menjadi arahan tersendiri bagi bidangku tetap alhamdulillah berjalan maju, banyak pembicara hebat yang diundang. Dari mentri kabinet pengmas sebelum - sebelumnya, dari unit/wadah pengmas, sampai single fighter pengmas seperti kak eljihadi pun sempat kami undang. Dan masih banyak engalaman positif yang kudapat disini. Kekurangan disini tak berusaha kuceritakan agar menjadi refleksi ku dalam berkehidupan selanjutnya.
Intinya keluarga baru kudapatkan lagi disini, aku besyukur terhadap rencana Allah yang maha baik kepadaku. Dan sekrang sisa2 kepengurusan ini, aku ingin memberikan kontribusi terakhirku untuknya.

This is my new family

for more information, follow : https://www.instagram.com/kolaborasaitb/
Baca selengkapnya

Back To Menwa



7 Agustus 2017,

Hari pertama ku beraktivitas di Bandung setelah KKN, kubulatkan tekad untuk kembali berkontribusi di sini, rumah pertamaku Menwa. Kontribusi kecil pertama yang dapat kulakukan  adalah dengan ikut bergabung dengan tim PAM Sidang Terbuka Mahasiswa Baru ITB. Ya, hitung – hitung membayar hutangku setelah tidak berkontribusi dengan KDSP. Disini beruntungnya aku dapat melihat sahabatku, Ignatio Glory mendapatkan penghargaan atas prestasinya mendapatkan medali Emas Olimpiade Kimia PT tingkat Nasional.
Medal Emas OKTAN 2017 Kimia, Ignatio Glory KI'15
Back to menwa aku langsung mengurus segala persiapan untuk persiapan perfom show-off OSKM sendiri. Aku sebagai kasiops tanpa ada sprint atau arahan Danyon, (biasanya dilakukan oleh Danyon untuk melakukan penugasa ke perorangan) langsung nekat mengurus semuanya. Kebetulan saat itu juga Danyon sedang KP. Aku sendiri langsung bergegas untuk mengurusnya. Banyak persiapan, mulai dari mengurus konsep, logistik, semua perizinan, personalia kegiatan. Aku serasa jadi last man standing disini. TapI gapapa kulakukan semuanya dengan ikhlas karena baktiku untuk Menwa yang tak bisa kulakukan saat KDSP. Ya, kecintaanku terhadap unitku ini sebenarnya tinggi, cuman terhalang karena banyak kendala dalam prosesnya.

9 Agustus 2017
Ini hari ulang tahunku, dan oke fine sepertinya aku merasa hambar – hambar saja awalnya. Mungkin karena urusanku yang sangat sibuk bulan ini. Ohiya belum ditambah juga urusan dengan paguyuban KMP (Keluarga Mahasiswa Pati ) ITB. Ya, seperti biasa juga sebenernya tanpa perayaan, untunglah masih ada ucapan. But, its changed 180 derajat. Ternyata temen2 KKN lah yang menjadipelakunya. Saat itu ditengah kesibukanku yang benar2 ga bisa diganggu, aku disuruh menghadap ke Pak Sony LK ITB, dimana emag jadwalnya kita menjelaskan kelanjutan proyek KKN yang akan dikerjakan oleh kontraktor lain. Aku ditekan terus untuk ketemu Pak Sony dan tim KKN Infras di ruang LK saat dimana aku sedang berada diLembang dan sibuk2nya mengurus perizinan latihan perform di Dodik. Saat itu aku bergegas ke ruang LK dan pertemuan selesa seketika saat aku datang selanjutnya langsung dipaksa bantu gawe maket di CC Timur dan boom mereka ternyata emang udah nyiapin scenario ini. Ya, perasaan campur aduk antara seneng dan kesel jadi satu. Walaupun sederhana tapi ini merupakan sedikit dari momen dari temen2ku merayakan ulang tahunku. Ya, bersykur memiliki keluarga baru yang baik sekarang. Btw ini merayakannya seakligus saa Bos Deny AR ‘14 Si boss mandor Proyek saung kemarin.
Ulang Tahun bersama squad Infras
 Saatnya Ide Gila Terwujud
Semua ini berawal dari pikiran bahwa menwa yon I sebenarnya stuck2 aja dalam berkemahasiswaan saat ini, ya fokusnya terhadap acara tradisi tahunan aja seperti Latsar, Binkija dan KDSP. Aku pun memiliki mimpi menwa memperlebar sayap di kemahasaiswaan. Hal ini juga sebagai salah satu ajang perekrutan mahasiswa baru yang merupakan amunisi keberjalan kita agar tertarik untuk gabung Menwa. Ya, hal ini karena aku selalu memegang perkataan dari Danyon ku bahwa “Menwa sebagai organasasi di kampus ini dipandang dari 2 sudut pandang, yaitu menwa UKM di ITB dan menwa sebagai Resimen Mahasiswa itu sendiri. Dan ketika berbicara Menwa sebagai UKM , ya kita sebagai UKM di ITB melaksanakan kewajiban dan hak sebagai UKM layaknya UKM biasanya, dan Menwa sebagai Menwa itu sendiri ya kita tetap melaksanakan tugas selayaknya Menwa di Indonesia, yang punya kesatuan dari sabang-merauke dibagai2 per rayonnya setiap unit provinsi/gabungan provinsi guna mencapai kewajiban bela negara.
Pemikiran tentang show-off ini jauh tercetus waktu liburan tiba. Awalnya rencana ingin memainkan scenario moobilisasi maba secara cepat terhadap isu tanggap bencana. Selanutnya langsung meminta Slot dan negosiasi dengan ketua OSKM 2017, Agung cahyo. Ya, ini bukan meminta paksa, toh hubunganku dengan Agung berjalan baik karena  sebelumnya aku menjadi perwakilan tim Formatur HMS untuk OSKM 2017.  Lalu akhirnya menwa mendapatkan jatah namun harus kolaborasi dengan LSS dalam memainkan performnya.
Secercah asa membumbung mengingat menwa ga membuka diri lagi setelah kepemimpinan dari Danyon Sari Usai. Selanjutnya ini saatnya mewujudkan kembali kerjasama dengan KM ITB sebagai rumah dinamisasi arah gerak lembaga. Apalagi saat ini kendali sepenuhnya dipegang olehku sebagai KasieOps. Kalau biasanya di Batalyon kiasannya Ops adalah otak dan otot batalyon. Oleh karena itu Ruhnya batalyon ada di aku dan semua berharap kepadaku. Kenapa aku ga maksimalkan kesempatan ini dan tidak menyia2kan.
But, its really hard to do. Semua urusan tentang kegiatan ini akulah yang ngurus. Bukan karena ga ada yang mau membantu, tetapi timeline kegiatan sudah terstruktur jauh – jauh hari dengan baik, dan sudah ditunjuk tim – tim pelaksana nya. Ya ini bagusnya menwa, semuanya terinci dengan baik. Alhasil aku beanr – beanr single fighter dalam mengurus hal ini. 5 bidang acara ini langsung aku sendiri yang turun tangan. Mulai mengurusi bidang 1 yaitu pengmanan dengan menyusun RHA,  perizinan ke K3L, menguji keamanan operasi. Selanjutnya bidang ke 2 : Operas, maka semua hal dari Rencana Konsep baik latihan mandiri dan kolaborasi dengan LSS, urut2an scene segalanya aku juga yang mengurus, bidang 3 peronalia yang benar – benar kekurangan pun sampai kupaksan jalan, menarik kembali teman – teman E50 yang mulai hilang, menugaskan e51 untuk double job dan memaksakan aku sendiri yang turun tangan perform. Bidang 4 llogistik yang dengan dana terbatas dan serba kekurangan, bikin properti sendiri sama tim dan bidang terakhir territorial mulai dari perizinan untuk peminjaman semua logistik dan perizinan terkait acara, keluar masuk lemabaga seperti kepolisian, LK, K3L, dan pihak saraga. Bayangkan aku mengurusnya sendiri coy dibantu langsung dengan Wakil Komandan, satu2nya orang siasa yang mau membantu proses ini. Semuanya kuserahkan kepada Allah swt, semoga semuanya berjalan baik, sebaik prasangku terhadap acara ini.

17 Agustus 2017
Hari pelaksanaan perform, tapi sebelumnya diawali dengan Upacara pelaksanaan 17 Agustus sekaligus pembukaan OSKM. Disini aku dipaksa tampil lagi, kembali karena kekurangan orang dimana sebelumnya aku memang diminta untuk menjadi Komanda Upacara. Ya, tidak ada keraguan, karena aku sering menajdi Perwira Upacara yang sering menurus Upacara dan aku pun mulai semua ini dengan semangat memuncak. Tetapi karena terlalu seamngat sehingga detup jantung ini berjalan kencang dari biasanya, saat meneriakkan komando penghormatan pertama kepada Inspektur Upacara kakiku bergetar kencang sekali tak bisa terhentikan sambai beberapa saat. Ya ini mungkin pengalaman pertamaku memimpin upacara besar di depan 4000 mahasiswa yang ada di lapangan Saraga.


Dan Up 17 Agustus 2017
Its Time To Show
Saatnya acara show-off yang telah dinanti2 tiba. Acara yang telah kupikirkan jauh selama beberpaa bulan lalu ini serasa ditantang pelaksanaanya nanti bagaimana. Jadi konsep performnya adalah seperti berikut
Pertama, LSS memamerkan dulu tari Seni Sundanya dengan 3 pemain tari putri yang bisa dibilang gelis gelis ini. Lalu setelah 10 menit berjalan, acara penculikan dimulai. Penculikan ini diwarnai aksi bela diri antara penjahat dan menwa, ya atraksi temanku Bayu E50 dan Angga E50 yag basic nya adalah petarung beladiri, memarekan kebolehannya. Lalu setelah itu diteruskan perform kabaret dari LSS selama pencarian yang mengundang gelak tawa dari kami. Dan its time to me , aku dan tim penyelamat keluar dari mobil sabhara polisi, membawa senjata replika dan melakukan praktik PJD (Pertempuran Jarak Dekat) dalam show ini. Drama penyelamatan pun dimulai, dan setelah itu dilakukan flashmob bersama dengan LSS. Ya acara ini akhrinya selesai diiringi tepuk tangan dari sekitar 4000 mahasiswa baru yang memadati lapangan saraga.
Sebenarnya dalam hal persiapan, acara ni ga berjalan mulus2 saja, bahkan sebelum acara dimulai ada cekcok mengeai tidak boleh masuknya mobil polisi ke dalam saraga, Dari Panlap OSKM pun mencegah karena takut mahasiswa barunya kena debu yang berlebih. Ada dari pihak ITB yaitu K3L dan Saraga yang tak memperbolehkannya juga. Sepertinya hampir semua elemen taka da yang mendukung penuh acara ini hehe. Tapi  akhirnya aku pun tetap nekat melakasanakannya. Ya, dengan niat yang besar insyaallah semua akan diberi Jalan oleh-Nya. Allah maha baik terhadap hambanya.
Berikut beberapa foto kegiatan


Akhirnya acara berjalan lancar, hubungan kami pun membaik dengan k3 terutama pak aban dan LK yaitu pak subi. Dan Sepertinya aku optimis dengan masa depan menwa Yon I ke depannya.
Penghacuran Markas Musuh Siap!

Baca selengkapnya

Senin, 01 Januari 2018

KKN Tematik Infrastruktur ITB 2017


  Jawa Barat, Kuningan, Cipakem, Dusun Salasa.

Dengan judul yang mainstream mungkin, maka cerita ini takkan menarik perhatian banyak orang untuk sekedar menyeret atas bawah tulisan hanya untuk membacanya. Namun, aku sangat bersyukur atas cerita yang kugoreskan dalam tulisan ini. Ya, KKN Tematik ITB 2017. Keputusan paling berani pertama kali yang kuambil dalam rentang tahun 2017 ini. Dan aku bersyukur aku banyak mendapatkan pembelajaran dalam proses menjalaninya, tak sekedar materi namun moral dan keluarga sangat kudapatkan. Dan ini cerita panjangku, kawan.

Teruntuk, Teman – Teman KKN Tematik Infrastruktur 2017. 
Big Thanks, for everything that I will pass with ours. Thanksfully for the blessings of Allah who led me in this way. I will so gratefully now.
Dan, maaf beribu – beribu kali, aku tak bisa menjadi sosok pemimpin di lapangan yang baik untuk kalian.

17 Juli 2017
Entah apa yang kupikirkan, namun semangatku membuncah tinggi dalam semangat menaiki truk bekang TNI menuju suatu lokasi antah berantah yang aku tak pernah tahu tepatnya dimana. Hanya sekedar tahu bahwa ‘oh, tujuanku Kuningan’. Yang pasti tugasku satu ‘membenahi apa yang perlu dibenahi’.
Tapi sebelumnya, perjalana panjang harus kutempuh untuk sampai keberangkatan ini. Ya, jauh sebelum praktek KKN dimulai, kami (para peserta didik) diwajibkan mengikuti kuliah nya selama jadwal sabtu & minggu, tentative tergantung jadwal yang diberikan. Ga berat sebenarnya, tapi dengan segela kesibukanku semester 5 dalam membagi waktu anatara kuliah dan kegiatan agak ‘keteteran’ juga. Bayangkan dulu aku pribadi sudah mengambil 23 SKS dalam 1 semester, ditambah 2 sks KKN yang sebenarnya bakal ga dihitung juga nantinya. Lha kok bisa ga dihitung? Nanti deh aku ceritain pas di akhir. Jadi secara tidak langsung beban sks ku bertumpuk sebanyak 25 sks dalam 1 semseter. GILA. Ya, aku bisa jadi gila dibuatnya kalau memikirkan hal ini melulu. But, I have so many friends , yang kondisinya ga jauh beda denganku. Sama2 menanggung beban sks yang sama, sama2 menanggung tugas yang sama, dan sama2 jarang kuliah kkn hehe (jangan ditiru yang ini ya J). Dan I’m really enjoy this moment. Ya istilahnya ‘ Indah tuk dikenang, pahit tuk diulang’.
Dan sebenarnya ga hanya itu man. Ya, cerita diatasa kuanggap beban minorku lah, bebanku sebenarnya adalah saat itu aku ditunjuk oleh Komandan Batalyon I/ITB untuk jadi Kasie II/Operasi, ini merupakan jabatan BP di UKM Menwa, dan fyi aja Menwa Yon I  selalu mengadakan pendidikan di akhir semester kuliah di ITB/ waktu liburan. Dan untuk tahun ini waktunya sangta bertepatan saat aku menjalani praktik KKN di kuningan. Yon I akan mengadakan KDSP (Kursus Dinas Staff & Pelatif) sejenis kursus lanjutan setelah pendidikan Binkija (Bina Kompi Remaja) dan OJT (On Job Training) bagi anggota remaja sebelumnya. Ini termasuk acara Besar yang hampir ga kalah urgensinya dengan Diklatsar Yon I/Penerimaan Anggota Baru nya Menwa. Peneyelanggaraanya 22 Juli-6 Agustus, tepat dimana aku menjalani minggu kedua dalam rentang perjalanan KKN (17 Juli 2017 – 6 Agustus 2017). Dan Oh man, aku baru diangkat BP beberapa bulan keamrin, lalu apa kontribusiku terhadap kesatrianku ini.
Dengan semua polemik di atas, aku merenungi semua perjalananku kebelakang seajuh ini dalam usaha mengikuti KKN. Oke, kulanjutkan cerita sebelumnya mengapa KKN tidak kuambil nantinya, karena berdasarkan info terbaru saat itu dari Kaprodi ku di Jurusan Teknik Sipil ITB bahwa untuk ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology ) yang diraih jurusanku saat ini, tidak menghimbau untuk mengambil matkul diluar kurikulum induk sarjana S1 di Teknik Sipil sendiri. Ini berarti matkul KKN yang aku dan teman – teman ambil pun sebenarnya tidak akan dihitung nantinya. Dan mengapa aku repot – repot dan mau bersusah payah untuk mengikutinya. Teman, temanlah yang menguatkanku untuk mewujudkan satu alasan besarku dan mengingatkanku bahwa punya hutang tentang Pengmas ini terutama tentang Pengmas yang aku lakukan dulu (Next time, kalau ada waktu akan kuceritakan).
Ya, keinginanku kuat untuk memperbaiki Indonesia sesimple kegiatan yang aku geluti ini. Karena aku tahu perubahan besar untuk Indonesia, diawali dengan kegiatan sederhana dan kecil, seperti mengikuti KKN ini. Dan sebenarnya aku juga punya tanggung jawab untuk mengikuti menwa dulu, namun tanggung jawab kesatrianku kalah oleh sebuah ego untuk melaksanakan pengabdian ini. 2 Jenis pengabdian yang berbeda, tetapi akhirnya polemik ini mengantaranku akhrinya memilih KKN sebagai muara ku berkontirbusi. Karena aku pun diamanahi menjadi Koorlap (Koordinator Lapangan)  di KKN Tema Infrastruktur ini, dan Di Menwa sudah cukup banyak yang mengurusi kegiatan di atas, aku pun yakin teman2ku saat itu adalah teman2 yang hebat, dan tanpa aku acara akan berjalan dengan lancar nantinya.
Akhirnya, kubulatkan tekad untuk berangkat mengabdi tuk Bangsa mulai saat itu juga, mengingat apa yang telah kupersiapkan untuk KKN ini jauh melebihi apa yang kusiapkan terhadap pendidikan Menwa.

Persiapan miniatur modul balok skala 1:3
dari kiri : Tito (logistik), Mas denny (bos kerja), Dimas (Desain), Anang (tenaga ahli), Aku

Full Squad Tim Infras sebelum keberangkatan KKN keesokan harinya

Kerja , Kerja, dan Kerja

Satu kalimat yang menggabarkan apa yang dilakukan tim infras nantinya adalah perjalanan kami tak semudah apa yang dibayangkan sebelumnya. Ya Slogan kerja , kerja , kerja memang pantas diberikan untuk tim Infras Tahun 2017 ini, bagaimana tidak, kita bahkan tak mempunyai hari libur, kecuali hari minggu yang itupun segaja disisakan untuk mengadakan acara sosial kepada warga di desa, ya sekedar menyeimbangkan antara proyek infrastruktur dan sosial kemesyarakatan.Hari minggu lah yang menyelamatkan kami dari runyamnya badan yang lelah menyelesaikan modul balok, dan pikiran penat akan selesainya proyek ini.
Untuk yang belum tahu mengenai apa yang dikerjakan Tim Infrastruktur selama 3 Minggu disana, jadi kami membuat sebuah saung/sanggar seni dari bahan kayu yang nantinya digunakan masyrakat desa ketika ada acara2 penting dan semacamanya. Dalam pembuatannya kami harus menyelesaikan terlebih dahulu 8 tiang penyangga yang biasa kami sebut modul, yang tingginya hampir mencapai 7 meter. Sebenarnya ngga susah, yang jadi susah adalah menyelesaikan nya dengan ukuran dan ketinggian sama dengan sudut rotasi yang berbeda. Karena pengerjaan bukanlah paralel, jadi resiko terbesar adalah hasil akhir yang tak sama nantinya.
Desain Awal Saung tanpa tutup atap
Brifieng dan Evaluasi menajdi satu hal yang tak boleh ketinggalan setiap harinya. Ya, kami harus dapat menentukan metode yang paling efektif setiap harinya, untuk bagaimana mengerjakan target harian secara tepat dan efektif. Di awal minggu hal ini terasa tak menjadi sebuah beban, namun mendekati hari – hari pertengahan, diiringi kondisi fisik yang mulai lelah dan menurun, kami mulai curi – curi untuk langsung istirahat dan tak mengidahkan pentngnya sesi ini. Ya, mau gimana lagi. Jika hal ini dipaksakan terus menerus ada, sedangkan kondisi fisik sudah hancur lebur, lalu siapa yang akan menjalankan hasil brifieng dan evaluasi ini?. Akhirnya terkadang aku sebagai Koorlap sendiri memutuskan untuk mengadakan pertemuan internal saja dengan ring 1 dari Tim Infras Ini.
Coret - coretan Brifieng&Evaluasi di Ruangan Kelas SMK 

Hari – hari semakin terlewati secara tak terasa, bukan semkain bahagia yang dirasa namun kekhawatiran akan ketidakselesaian saung yang kami pikirkan bersama. Mendekati pertengahan minggu, target yang dicanangkan mulai tidak terlaksanan secara tepat, kami pun memutar otak bagaiamana harus mengatasi masalah ini. Oleh karenanya satu usulan pun diterima, kami harus bekerja lebih lama dan banyak dari biasanya. Alhasil alternatif Nge-lembur menjadi rutinitias harian kedepannya. Disinlah mental dan fisik kami diuji. Demi pengabdian tuk masyarakat ini setangguh apakah perjuangan kami melakukannya.
Suasana Kerja Malam, diterangi hanya 2-3 Lampu temaram
         Hal yang paling menarik saat proyek pekerjaan saung ini adalah, alat – alat yang minim apalagi perlengkapan K3 untuk bekerja. Aku sendiri baru sadar hal ini ketika belajar mengenai Keseamatan Kerja di semester depannya berkuliah. Jangan coba kau bayngkan bagaimana kami bisa menaikkan semua modul itu dengan tuntas, ya contoh gambarnya adalah seperti di bawah ini. Kami hanya perlu pijakan anak tangga dan kesiapan mental untuk naik ke atas, menggerek troli rantai untuk membangkitkan modul jerapah yang tidur. Dan yang perlu diingat adalah, jangan pernah meniru teknik di pekerjaan proyek apapun. Peribahasanya “Kalau kepepet, Impossible become Im Possible”.

"Naik terus gus", seruku ke Bagus Danang (Asmen Infras)

Cara Kami melepaskan Penat
Beberapa hal yang aku suka dari KKN ini adalah hal – hal kecil nan sederhana yang membuat gelak tawa seakan menjadi penawar lelah di setiap pergantian harinya. Salah satunya adalah Colt Bak ini. Kendaraan ini merupakan, satu – satunya alat trasnportasi angkut yang bisa mengangkut penduduk desa dari sini menuju tempat jual beli aneka ragam kebutuhan warga. Ya, apalagi ditambah medan yang harus mereka tempuh, naik turun perbukitan dan jalanan yang masih sebagian besar dipenuhi kerikil dan tanah batuan menambah sayhdu perjalanan menuju sebuah peradaban. Jadi, terbayang bahwa ternyata nikmatnya makanan di meja – meja rumah bikinan wantia2 tim kkn ini berasal dari perjuangan super keras mereka. Ya, jadi menambah motivasi dan semangat teman – teman laki - laki untuk bekerja.


Tarik Mang. Ini cewek - cewek Infras pada siap2 ke pasar gais
Di lain hari, ada juga acara seru yang tak boleh untuk ditinggalkan, apalagi kalau bukan Nobar pertandingan sepakbola. Aku yang notabene penikmat salah satu cabang olahraga populer ini, sungguh sangat senang ketika disuguhi acara seperti ini. Ditambah lagi jarak Nobar yang sangat dekat dari tempat tinggal selama di Cipakem, tepatnya di Lapangan Volly tempat kami seahri – hari menyelesaikan Modul Balok kayu yang kami buat. Terhitung ada 2 Nobar yang berjalan lancar. Pertama Indonesia vs Myanmar dan Persija vs Persib. Kalian tahu lah pasti mana yang paling diminati oleh penggemar sepakbola disana. Ya, pertandingan anatara persib vs Persija mengundang penonton terbanyak bahkan sampai dari desa di bagian pucuk pun rela turun menonton Nobar ini. Pertandingan yang diakhri dengan WO untuk kemenangan Persija ini mendapatkan euforia penonton yang sangat ramai. Ya, sudah ga bisa disangkal lagi. Orang Sunda mah bakal mendukung Persib mati-matian meski ke penghujung dunia pun ketika msaih bisa dijangkau.
Nobar di LapVol. Jujur ini di belakang saya ngefoto rame bet warganya
Fajar Pun selalu muncul di keesokan pagi, dimana kami selalu siap untuk bergegas mengenyangkan perut guna bekerja pagi hari. Kadang ada yang diwarnai adegan sengaja tidak mandi hari ini. Ya, itulah rutintas kami selama hampir 3 minggu di Cipakem ini. Tapi…
5 Agustus 2017. Mungkin akan menjadi hari yang beda, dimana kami memutuskan untuk break bekerja dan mengakhiri kechaosan ini dengan jalan – jalan mengelingi desa. Yeay. Tapi bukan berarti kami menyerah dan tidak bertanggung jawab atas pekerjaan kami. Malam sebelum memutuskan untuk jalan – jalan paginya ini, kami sepakat bahwa pekerjaan ini memang harus dilanjutkan di keesokan waktu lain, dengan kerjasama pihak sub-kontraktor luar yang membantu alih kerja dari tim infras semula. Kami sadar, bahwa kapabilitas seorang mahasiswa dengan waktu yang sangat singkat yaitu 3 minggu memang tidak akan dapat menyelesaikan proyek ini. Walhasil semua nya setuju, dan oke mari tutup buku kerja sejenak, dan mari nikmati keindahan tuhan yang diberikan ke kita.
Fajar menyingsing sesuai kesepakaan kita berangkat pukul 05.00 WIB menuju lokasi yang tidak ditentukan. Perjalanan terasa nikmat, karena beberapa hal. Yang pertama, karena ga seperti hari – hari lain, bahwa ketika bangun tidur, kami tidak perlu capek2 lagi mengangkat modul bareng2 atauun terkena lem fox yang menyebalkan, tapi kami diberi kesempatan untuk menkmati alam cipakem ini. Kedua, karena ini last day , kenapa tidak kita coba untuk bersenda gurau sambil mengabadikan momen diluar rutinitas kita.

Indahnya Cipakem Dari ketinggian
Jujur man, disini hawanya sejuk banget dan pemandagannya sangat indah. Bukit naik turun, pelataran terasering sawah yang saling bersahutan tak mau kalah elok, dan kincir angin yang selalu berputar karena angin di sini selalu hidup, membawa ku seperti berada di sebuah panorama baru di balik runyamnya kehidupan yang kutemui selama kuliah ini.
Dan perjalanan ditutup dengan basah2an di sungai. Jujur kami norak banget, seperti mualaf yang tak pernah melihat hamparan air sebelumnya. Semua pun akhirnya mau tak mau ikut terkena dampak basahnya baju, dan padahal besok pagi kita udah pulang dari sini. Jadi, yasudah kita tinggalkan urusan lain – lain, it’s time to have fun Guys.
Basah - basahan dulu coy
Hikmah Dibalik Kerja Keras

Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan"
Ya, dibalik kuliah kerja nyata, yang aku rasa – rasakan porsi kerja nya memang benar – benar nyata ini, bahwa banyak sekali hikmah yang dapat aku petik dari proses ini. Saya jadi teringat quotes andalan Kang Upi (Menko Kesma KM ITB 2015) bahwa “Hikmah itu ada dimana – mana, bahkan di sepucuk daun kecil .Oleh karena itu tugas kita, adalah mau mencarinya dan memetiknya atau tidak.”
Pertama, keindahan Alam disini benar – beanr sebuah anugerah tersendiri, terletak di tengah2 pegunungan yang memutar membuat suasana di sekeliling terasa sangat indah, cuaca nya pun sangat kontras sekali antara dinginnya malam yang pilu dengan panasnya siang yang menyengat, tapi semua itu selalu terbayar dengan suasana daerah nan syadu dipandang mata.

Diambil dari lantai ke 3 scaffolding saung

Kedua, Kearifan Daerah yang benar – beanr terjaga dari rusaknya bumi yang terjadi di kota – kota besar sekarang. Kalau kamu mau tahu, bahwa disini bintang terlihat jelas tak pernah tertutup polusi udara dan cahaya. Tinggal kalian keluar rumah, dan pergi ke lapang. Maka nikmati karunia Tuhanmu berupa hamparan langit gemerlik penuh bintang. Sayang tak ada kamera yang cukup bagus untuk mengabadikan. Mungkin ku sertakan salah satu suasana sayhdu ketika senja menyingsing malam dipimpin sinarnya bulan.

Bintang disini banyak banget coy
Dan yang terakhir, walaupun dalam konteks keterbatasan tapi semangat dari setiap unsur masyarakat disini memiliki daya juang yang tinggi. Apalagi semanagat untuk menempuh jalur pendidikan. Sebenarnya dari KKN ITB sendiri menyediakan satu tema khusus yang menangani masalah pendidikan di sini, namun daya juang mereka tak bisa terelakkan dari sudut pandang mataku. Mereka memiliki satu sekolah SMK dan itupun dari yayasan tersendiri keluarga tershohor disana, kecil memang dan serba apa adanya, tetapi mereka sendiri semangat dalam belajar disana. Muridnya jumlahnya tidak seberapa untuk disebut sebuah sekolah, gedung sekolah apalagi, sangat serba terbatas dengan tenaga pengajar yang terbatas pula, sepenglihatanku ada 3 guru pengajar disana setiap harinya. Dan sekitar 40an murid yang terbagi menjadi 2 angkatan. Sungguh dibalik itu semua, mereka memang memiliki semangat yang tinggi. Kakak berharap kalian nantinya dapat menjadi generasi pembagun bangsa dek, terutama membangun daerah kalian dahulu masing2.

Indonesia Raya tetap harus ada
Apa yang belum beres
Setiap perjalanan ada rentang waktu yang harus memaksa ini berakhir terlebih dahulu cukup sampai disini, tapi disini buka berarti tutup buku dimulai. Aku pun sebagai Koorlap disini memiliki banyak PR besar yang harus kulakukan kedepannya dengan proyek saung dan desa ini kedepannya.
Pertanyaan2 seperti : siapa yang akan meneruskan? , bagaimana saungnya nanti kelak waktu selesai? Bagaimana tanggapan warga nantinya?, dan masih banyak lagi pertanyaan yang menggelayut lebmbut di alam bawah sadarku. Hingga akhrinya aku memutuskan pulang adan berdoa semoga apa yang kuusuahakan disini tidak sia2. Amin.

Terimakasih KKN Tematik ITB 2017
"Satu Asa untuk Indonesia

Semua foto diabadikan menggunakan kamera sony m5, berikut beberapa foto yang saya lampirkan untuk pelengkap cerita yang ada. Foto lebih lanjut bisa diakses di Instagram teman saya di https://www.instagram.com/dim.be/









Baca selengkapnya
I'm Comeback dan semoga akan rutin menulis

I'm Comeback dan semoga akan rutin menulis

karena kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, dauh dikemudian hari.." - pramodeya ananta toer
31 Desember 2017
22.00 WIB
Setelah lama tak menggoreskan kata dalam sebuah cerita, maka aku putuskan tuk berhenti vakum lama, memendam semua memori dalam sebuah otak nan sempit dan tak menjamin bakal tak karat, maka kumulai lagi catatan hidupku dalam sebuah rumah pribadi yang kusebut dimensi tulisan. Ya, walaupun dalam domainnya blogspot.com.
Perjalanan pertama ada di
1.       KKN Tematik ITB 2017

Cerita tanggapa tentang KKN Tematik yang kulakukan
Baca selengkapnya

Senin, 17 Juli 2017

Berangkat KKN TEMATIK ITB

Berangkat KKN TEMATIK ITB

Dikumpulkan di lapbas 15.30 untuk apel.
Aku sengaja telat karena mau tidur siang terlebih dahulu.
Akhirnya diantarkan oleh adik kelasku sampai ITB membawa carrier yg beratnya minta ampun. Apel nan sederhana kami lalui dengan berbagai sambutan turut melepas kepergian kami hari esok.
Pak sony, selaku perwakilan LK selalu mewanti2 keselamatan setiap pribadi yang didepannya.
Akhirnya apel selesai dengan doa nan khidmat dan kampi kumpuk per tema masing2.
Di tema infras, kami brifieng masalah persiapan esok hari keberangkatan disertai perkenalan tim ( kalau2 ada yg belum kenal) dan ditutup dengan jargon infras juga foto bersama.
Selanjutnya anak2 infras dari hms dikumpulkan di sekre, untuk diberikan sambutan pelepasan dan motivasi selama menjalani KKN di kuningan. Bersama wakahim internal bang arya, dan kadept kesra bang gholi kami dilepas dengan simple dan funny.
Malamnya di Masjid Salman ITB, kami memulai persiapan menginap disertai pemberian kaos dan uang saku selama KKN.
Lagi, tak lupa sebelum tidur kami nelakukan rapat kembal tetapi hanya untuk ring 1 saja. Banyak masalah yang masih tersisa kami coba tuntaskan agar keesokan pagi tidak ada masalah kembali.
Rapat selesai ketika jam mendekati pukul 11 malam. Kemudian kita berpisah untuk tidur.
Aku tak tidur setelahnya, demi menyelesaikan buku merah PSIK, aku membacanya sampai larut malam sekitar jam 12 an aku mulai tidur, dan sangat tidak nyaman disertai udara dingin dan alas kepala berupa lantai.
Tidur hanya 3 jam kurang. Kemudian ada hal sedikit memalukan ketika kancing celana ku putus, dan kemudian pagi2 sekali aku minta adik kelas ku yang mengantarkan aku kemarin untuk mengantarkan celana baruku sekitar jam 03.30 dini hari.
Setelahnya, kami sholat subuh bersama, persiapan packing, makan dan bernagkat ke truk masing2.
Setelah lengkap, kami memulai berdoa dan seiring doa selesai mesin truk menyala untuk siap berangkat. Kami siap untuk KKN!

Baca selengkapnya