Selasa, 30 Januari 2018

Minggu 3

Minggu 3

Resmi 2  minggu sudah menjalani kuliah, rasanya tak ada yang berubah dari pertama menginjakkan kaki di Bandung, hari – hari diwarnai dengan mempersiapkan kepungurusanku selama setahun kedepan. Bagiku menyiapkan kepengurusan dengan matang adalah hal wajib dan sangat krusial dalam rangka mengoordinir program - program untuk HMS kedepannya. Dan minggu ini adalah jadwal untuk, “Seleksi BP Ring 2”. Seleksi ini dilakukan dari hari senin sampai akhir minggu.

Tapi, mungkin akan kuceritakan beberapa pelajaran yang kudapatkan selama minggu ini. Yang pertama, yaitu mengikuti pelajaran analisa struktur II. Mungkin pelajarannya akan terdengar biasa apalagi oleh mahasiswa sipil semester VI yang pernah menjalani kuliah di ITB. Tapi disini aku mendapatkan banyak pelajaran berharga. Yaitu, aku diingatkan bahwa aku salah satu orang yang merasa hina di dunia ini. Jadi ada 2 tipe orang yang sangat merugi di dunia ini, yang pertama yang sedang berada dalam keadaan salah namun dia tidak tahu apa yang sedang salah, dia diam karena tidak tahu apa – apa. Yang kedua, orang yang tahu kalau keadaan salah dan dia diam saja. Dan aku adalah salah satu tipe yang kedua. Kenapa?

Jadi ceritanya gini, dosenku sekaligus dianggap guru silat oleh beberapa mahasiswanya. Ya, beliau sebenarnya salah satu guru besar di prodi kita cuman yang ga enak adalah penarikan “infaq” terhadap kegiatan yang beliau sering sebut sebuah olahraga holistik. Masalahnya bukan programnya, tapi penarikan infaq nya ini.belum lagi mahasiswanya diwajibkan untuk membeli bukunya dan membayar untuk mengikuti program metode belajarnya. Bayangkan semua orang diwajibkan menuruti beliau. Padahal bukannya kita berkuliah untuk belajar menjadi seorang manusia seutuhnya, manusia yang merdeka, sedangkan metode ini sendiri tidak memanusiakan manusianya. Yah, itulah polemiknya dan aku juga gamau banyak bercerita tentang hal kelam ini. Kelak nanti akhirnya kami sekelas memutuskan untuk tidak mengikuti pelatihan silatnya, dan kompak satu kelas berbicara ke kelasnya.

Yang kedua mukaku sering kali dilihat letih lesu lelah lunglai oleh banyak dosen dan teman – teman. Ini mungkin terkait kualitas tidur ku yang kurang.Ya seperti itulah, padahal diluar sana banyak orang - orang yang lebih capek dariku, tapi masih bisa melakukan suatu hal dengan hasil yang maksimal. Bahkan seorang SBY yang sudah cukup sepuh, bisa tidak tidur atau hanya 2 jam karena begitu banyak tugas yang menumpuk. Akupun banyak dinilai orang capek mukanya. Dan oke titik ini jadi masukan ku untuk merubah ke diri yang lebih baik. Makasih atas perhatiannya entah yang sengaja ataupun tidak disengaja.

Yang selanjutnya aku banyak masukan dari bang fed (kahim patra), bang afif ( kahim HMM), dan teman seperjuangan di pemilu Revo. Bang Fed adalah seorang Ketang Patra 14 yang menjadi Kahim Patra. Karena beranjak dari ketang dia mampu untuk mengategorikan teman - teman di angkatannya sendiri. Aku selalu diwanti - wanti kelak dalam kepengurusan bakal banyak terjadi konflik, itulah tanggung jawab kahim untuk menyelesaikan. Jikalau dari Afif, seorang muslim yang taat sekaligus prince HMM, aku banyak belajar habbit - habbit ke dia yang sampai saat ini masih banyak belum ku miliki dan perbaiki. Ya banyak lah yang mereka sampaikan. Dan aku sadar aku belum bisa menjadi pemimpin yang baik seperti yang mereka sarankan.

Yang selanjutnya, terakhir dan paling bagus adalah acara expo dan terakhir dari HMS ITB yaitu ICEE ITB. Acara yang keren banget, 3 hari nyewa Aula Barat ITB yang kalau kalian tahu mahal banget. Pokonya dabest banget, next time  ku ceritain yang bagus nantinya.

Ya malam ini aku nulis telat, hari selasa . abis suporteran basket dan dinginnya malam abis diguyur ujan. Ditemani senandung music dari teman – teman di sekre.
Baca selengkapnya

Senin, 22 Januari 2018

Minggu 2 2018 : Event Event Event

Minggu 2 2018 : Event Event Event

Senin, 15 Januari 2015
Kuliah pertama di semester 6 kali ini, yah akhirnya ga masuk jam 7 lagi masuk jam 10 dan ternyata dapat dosen yang enak banget. Namanya pak Muslinang, beliau mengajarkan bahwa kuliah struktur baja yang diampunya bukan untuk mengejar nilai tinggi, tapi kemampuan untuk mendesain. Dan seanjut2nya hari2 kuliahku dipenuhi dosen yang super waw semua. Ya, kadang itulah bahagianya kuliah di ITB.
Hari – hari selanjutnya masih seperti biasa kuluangkan untuk waktu pendesainan. Organogram sudah keluar dan kita sekarang sedang kekurangan sumber daya manusia untuk dikejar. Ya, Struktur organogram ku memang gemuk seperti yang sudah kuprediksi, makanya butuh banyak orang untuk mengeksekusinya.
Hal yang keren diminggu ini ada 2 : yang pertama adalah Sipil Nite, dan yang kedua adalah pesta rakyat. Ya aku ga bisa banyak bercerita karena kuliah jam 10 hari ini dan menyisakan 30 menit lagi untuk menyelesaikan cerita ini.
Sipil Nite
Acara reuni teknik sipil ITB dari berbagai angkatan yang diadakan oleh Departemen Ekstra Kampus HMS ITB, yang katanya acara ini salah satu yang terbesar selama reuni yang pernah ada. Diadakan di Kementrian PUPR dan langsung disamut hangat oleh pak Basuki, selaku menteri PUPR yang merupakan alumni teknik sipil juga. Pada acara hari itu, HMS ITB memberangkatkan 4 bus dari bandung, dan beberapa yang membawa kendaraan sendiri, termasuk panitia. Aku memang bsia bilang ini acara besar dan mungkin bisa menghabisakna biaya berjuta2. But’s I’m enjoy in every moment here. Disana tersedia banyak makanan, hiburan, dan ilmu yang bermanfaat. Aku bertemu Bos Oga SI’92 kahim HMS pada periodenya yang pada seajrahnya dia yang membangun secretariat HMS menjadi lantai 2. Lalu aku bertemu dengan Bos Hokkop’98 orang yang suka menulis apapun, yang kumpulan tulisannya amsih kusimpan lengkap di laptop. Dan ternyata orangnya entertainment banget. Dan aku bertemu bos dari 94 yang merupakan bapak blogger Indonesia, beliau merupakan kahim pada zamannya dan memiliki segudang ilmu untuk dibagikan. Aku juga bertemu bos2 dulu yang sering kulihat saat aku kuliah. Bos Bobby, bos aris, bos juni, dll. Ya, disini aku benar2 mendapatkan ilmu bahwa menjadi kahim memang harus mempunyai ciri seperti itu.
Pesta Rakyat
Kami pulang dari Jakarta sekitar pukul 00.00 dan sampai ke Bandung kira – kira pukul 05.00, aku langsung bergegas pulang ke kosan, dan tidur. Jam 07.30 aku bangun bergegas untuk evnet besar yang ga kalah hebatnya, Pesta Rakyat.
Ini adalah event terakhir dari kepanitiaan terpusat mengenai pegmas yang kuikuti, KOLABORASA. Ya, aku yang telah lama tidak muncul karena kesibukan semenjak menjadi kahim terpilih mendadak ingin menghabisakan sisa tenagaku ahri itu untuk KOLABORASA. Aku labgsung bergegas untuk berangkat, dan jam 9 aku sudah standby di kampus dan bantu2 disana.
Acara pesta rakyat sangat seru, ada banyak hiburan dari warga setempat, makanan2, stand inovasi dan karya dari mahasiwa ITB dan masih banyak lagi yang disuguhan. Lokasi yang terbentang hampir menutupi ¾ lokasi jalan gelap nyawang ini memang terbilang sangat meriah. Apalagi dengan disguhkannya Bianglala besar di tengah2 perpotongan jalana tersebut. Ya, yang dapat kuambil maknanya adalah, sudah seharusnya mahasisawa dan amsyrarkat sebagai suat entitas yang tidak terpisahkan saling bersinergi dan menjalin silahturahmi dengan baik. Ya, mungkin Acara ini adlaah acara yang terakhir dari kami, selaku panitia Kolaborasa. Tetapi kami harap ini dapat menjadi titik awal dimulainya jalinan indah antara mahasiswa dengan masayarakat. Amin
Thanksfully, I’m dedicated for my chairman : Ilham Octiano , and my vice’s Dwi Safitri, and also all friends in Program Departemen. Aku memohon maaf sekali, karena belum bisa menajdi pemimpin, kawan, sekaligus kakak yang baik buat kalian. Tapi, kutahu kalian adalah orang2 hebat!

Notes : kapan2 kuupload foto keseruannya, sekarang mau kuliah dulu

Baca selengkapnya
Minggu 1 2018: Kembali.... Bandung

Minggu 1 2018: Kembali.... Bandung

8 – 14 Januari 2018
                Aku harus kembali ke Bandung lebih cepat dari teman – teman yang lain. Kenapa? Karena ada tanggung jawab moril kalau aku sudah harus persiapaan segala yang dibutuhkan dalam pendesainan HMS saat sebelum teman – teman lain pulang ke Bandung. Ya, akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke Bandung tanggal 6 Januari 2018 dan akan sampai di Bandung , pagi 7 januari 2018. Berat rasanya meninggalkan segala kenikmatan liburan di kampung halaman. Apalagi dihantam dengan kepadatan selama semester 5 kemarin, rasanya aku ingin tidur seharian selama sebulan. Namun, apapun yang terjadi aku akan menjadi ketua himpunan selama setahun kedepan. Kalau pun begini saja aku telah merasakan lelah, bagaimana saat aku resmi menjabat menjadi Ketua Himpunan HMS ITB nanti. Rasanya aku harus membuang jauh – jauh kenikmatan duniawi demi keselamatan akhirat nanti hehe. Karena tanggung jawab jadi ketua berat coyy. Apalagi anggotaku yang ada berjumlah hampir 500 orang. Dosanya aku ketika tidak bisa memegangnya sama sekali.
Gow Pendesainan !
Aku langsung meminta semua BPH yang telah datang ke Bandung untuk hadir pendesainan. Untung sekjenku adalah orang Bandung, jadi dial ah yang kutemui pertama untuk membahas pendesainan HMS ITB ke depan. Namanya, Alif Muhammad Reza, Panitia Lapangan segala kegiatan terpusat ITB yang ada, dan Koorlapku waktu Kaderisasi Pasif. Alasan dipilih simple : orang lapangan jauh lebih rinci perhitungan timelinenya dari orang dibalik layar. Aku membahas timeline sebulan kedepan di januari ini termasuk metode seleksi dan oprec BP. Selanjutnya menyusul Anang Marjono, Wakahim Internal, orang paling shuek di angkatan, penerbit koran angkatan setiap ada yang ulang tahun. Dan selanjutnya menyusul Andronikus Riansy, Wakahim Keprofesian, Bolang dari Kalimantan.Ya, akhirnya pertemuan ini diselesaikan malam itu juga ketika tepat paginya aku baru menginjakkan kaki di Bandung. Ya, beginilah kehidupan ketua himpunan ternyata. Tak apa, aku suka selama ini mendatangkan pahala hehe. Tapi, kami belum menemukan wakahim eksternal !
Kamar Baru, semangat baru
Ya, jadi singkat cerita aku sudah jenuh dengan kamarku dulu, yang ventilasinya sempit dan mulai acak – acakan penataannya. Akhirnya, aku memutuskan pindah ke kamar di serongnya kamarku yang dulu (yang sama sekali ga ada ventilasinya hehe. Namun aku suka karena jendelanya bisa mendapatkan cahaya yang lumayan banyak. Ya, aku merasa butuh suasana baru untuk belajar dan menikmati hidup selanjutnya. Dan akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan seluruh kenangan di kamar dengan cat dinding hijau dan berganti dengan kamar di serong depannya dengan kamar dengan cat kuning.
Yang jadi hebat aku bahkan ngga tanggung – tanggung mendatangkan seorang desainer interior dari kampung. Ya, yang tak lain dan tak bukan adalah ibuku sendiri hehe. Jadi, ceritanya ibuku kupakasa harus main ke Bandung sekalian bantu aku beres – beres kamar. Ibuku datang hari Rabu fajar, yang entah kenapa kalau beliau ke Bandung pasti kedatangannya cepat, kalau aku pasti datangnya kesiangan ga tepat sesuai perkiraan. Setelah datang, ibuku ngga langsung istirahat, ngga seperti aku yang datang ke Bandung pasti selalu tidur, beliau langsung saat itu juga pagi – pagi gercep memindahkan barang – barangku di kamar yang baru, aku salut dengan perjuangannya. Akhirnya aku juga bantu mengangkatkan lemari, kursi, meja, dan segala macam perabotan lainnya, belum lagi ada bagian memaku tembok juga. Ya prinsipinya “jangan pernah istirahat sebelum kamu merasa ini belum saatnya kamu boleh istirahat”.
Namun, aku juga sangat sedih ketika aku lebih banyak meninggalkan beliau di kampus. Ya, aku merasa bersalah dengan semua kesibukan ku yang ada. Hingga, akhirnya beliau memutuskan untuk hanya tinggal di temaptku semalam, dan siangnya langsung pulang untuk mampir ke rumah saudara di Bekasi. Harusnya aku tidaklah sibuk, harusnya aku punya waktu, apalagi untuk keluarga dan temanku sendiri.
DAT : Pengalaman bertemu aktivis  - aktivis kampus
Jumat – Sabtu ( 12-13 Januari 2018)
Ya, akhirnya aku “terpaksa” mengikuti ajang DAT. Karena apa? Karena aku calon pemegang tahta lembaga kedepannya. But, its gave me so many things about activist. Dengan pembicara yang sangat hebast2, temen2 panitia yang ga kalah bagusnya, dan temen2 se-diklat ini yang super – super keren. Ada calon menteri, calon ketua himpunan,dan penerus2 dari generasi 2016. Ya, daripada aku banyak bercerita kemana – mana berikut kutulis beberapa insight keren dari beberapa pembicara.
Materi pertama datang dari seorang Yan Pandu , Fisika 2013. Cukup tua, namun untung udah lulus oktober kemarin. Kak Yan adalah pribadi yang rendah hati namun memiliki segudang ilmu untuk dibagikan ke adik2nya. Beliau mengajarkan materi ke kita yaitu Pemimpin dan Kepemimpinan. Bahwa Habit yang dibangun oleh seoarng pemimpin adalah, : 1. Self Awareness; 2. Self-Management; 3. Other-Awareness 4. Other-Management. Beliau juga mengajawrkan metode analsiis TWOS (SWOT dibalik). Banyak hal yang saya dapatkan dari beliau terutama ilmu mengenai sejarah. Kalimat yang cocok untuk menggambarkan beliau memang “Jas Merah, Jangan Sekali2 melupakan sejarah”. Yak arena beliu sendiri saat ini telah menjadi sejarah dalam KM ITB.
Selanjutnya materi kedua di hari pertama langsung berat, yaitu terkait cara berpikir sistem. Ya intinya disini bagaimana kita bisa mendapatkan tujuan kita dalam meangani sebuah isu permasalahan yang ada. Dari sebuah masalah dan segala permasalahan yang ada, nantiny didapatkan akar masalah lalu muncul menjadi sebuah solusi. Metode CBS ini juga didalamnya termasuk ada tahapan Bot ( Behaviour of Time ) dan CLD (Casual loop diagram), cukup berat apalagi ketika dituntut melakukan simulasinya sebanyak 2 kali. Namun, lumayan worthed untuk digunakan.
Selanjutnya materi kemahasiswaan dari Presiden KM ITB Ardhi Rasy , dimana membuka semua pandangan mata tentang kemahasiswaan dan sejarahnya. Ya, ardhy yang terkenal dengan slogan “Jangan pernah bertanya apa yang KM ITB Beri, tapi tanyakan kepada dirimu sendiri apa yang telah kau beri kepada KM ITB.” Disana ditayangkan video perjuangan tahun 1978 yang merupaka titik awal pergerakan masif mahasiswa ITB. Dan semua materi ardhi, ditutup dengan satir terhadap beberapa topik yang viral di kemahasiswaan kemarin mengenai pembubaran KM ITB. Sebenarnya apa sih guna KM ITB sekarang? Lalu dengan lantang, Ardhi menyatakan bahwa dari semua perjuangan dan pergerakan tadilah KM ITB Berdiri, dan jika masih ada yang bertanya tentang itu maka mereka adalah kumpulan orang2 yang buta sejarah.
Materi selanjutnya dari Afif Pajar, Prince HMM. Afif pajar banyak bercerita tentang getirnya kehidupan masyrakat zaman seakrang, yang tidak sebadning dengan kemajuan arus teknologi. Beliau banyak bertutur kata , bahwa sudah saatnya lembaga bergerak untuk ranah kontribusi ke masyarakat, bukan untuk ego masing2. Afif yang memang notabene seorang yang alim, menuturkan petuah2 mengenai tanggung jawab seorang pemimpin, yang menurutku sangatlah bagus dan patut untuk diikuti. Setelah Aff ada materi juga dari Fauzan Makarim, MWA-WM ITB. Yang menjelaskan seluk beluk lembaga2 non kemahasiswaan apa aja yang ada di ITB.
Yang selanjutnya tak kalah serunya adalah materi berantai dari 3 tokoh di bidangnya. Sosma oleh Fadhil Menteri Pengmas, Malik ketua HMFT, dan Girsang Menko Sospol. Ketiganya merupakan tokoh yang pas dan memberikan banyak ilmu terkait bidangnya masing – masing. Dan terakhir materi dari anak fisika 2011 dan petuah tentang kemhasisawaan yang harus tetap berjalan.
Itulah sekelumit cerita tentang DAT,dan penutupanpun dilaksanakan pukul 22.00 ditemani oleh sepasang obor dari presiden Ardhy yang syahdu dan menutup malam yang indah ini. Sekian.


Baca selengkapnya
SNI 2015 : Gebrakan atau blunder di zaman sekarang ?

SNI 2015 : Gebrakan atau blunder di zaman sekarang ?

Pendahuluan
Teknik atau rekayasa (bahasa Inggris: engineering) adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Hal ini diselesaikan lewat pengetahuan, matematika dan pengalaman praktis yang  diterapkan untuk mendesain objek atau proses yang berguna. Para praktisi teknik profesional disebut insinyur.
Kalimat yang pas dalam definisi seorang rekayasawan di bidang teknik sipil adalah karena terdapat unsur “pengalaman praktis”.  Oleh sebab itu pengambilan keputusan tidak sekedar menggunakan textbook melainkan butuh dukungan code/standard untuk mengantisipasi terjadinya ketidakpastian dengan menggunakan rujukan pengalaman yang telah lalu.
Pada konstruksi baja misalnya, materi textbook lebih menekankan pada bagaimana perilaku sturktur; cara analisis dan tahapan desain yang memenuhi kriteria kekuatan, kekauan, dan daktilitas. Adapun yang ada pada standard lebih menekankan pada ketentuan minimum atau maksimum yang harus dipilih dan dicapai dalam kaitannya untuk menghasilkan kosntruksi yang aman dan handal.
Code atau standard mempunyai kekuatan hukum, dapat membedakan suatu keruntuhan (kegagalan konstruksi) apakah itu musibah yang tidak dapat dihindarkan (force major) atau kelalaian insinyur. Ini penting karena pada dasarnya manusia hanya dapat memperkecil risiko. Untuk kepastian mutlak bahwa tidak akan ada musibah maka itu hanya kuasa Tuhan. Itu adalah petunjuk bahwa code atau standard bukanlah suatu yang sempurna secara mutlak, hanya diakui "benar" pada masanya
SNI 1729:2015 dan segala referensi penunjangnya
Peraturan mengenai struktur baja kembali diperbarui pada tahun 2015 dengan dikeluarkannya SNI 1729:2015. Namun beberapa kritik timbul terhadap munculnya standar baku dalam bidang perancangan konstruksi baja ini. Berikut beberapa kritik atas perkembangan SNI baru ini :
1.      Indonesia belum bisa membuat badan khusus keprofesian yang menangani pembuataaturan baku ini. Telah dijelaskan di awal seberapa pentingnya penglaman yang digunakan dalam keberadaan di lapangan. Karena probabilitas perancangan konstruksi dipeuhi oleh ketidakpastian. Oleh karena itu para insinyur diharap untuk berkumpul membahas tentang dibuatnya aturan baku ini khusus di negara sendiri, Indonesia.  
Di luar negeri, misal Amerika, code atau standard dibuat oleh asosiasi profesi, seperti AISC (American Institute of Steel Construction), AISI (American Iron and Steel Institute) dan semacamnya. Kondisi di Indonesia, code atau standard baja misalnya (SNI 1729:2015), disusun Komite Teknis yang dibentuk atas inisiatif pemerintah (Puslitbang Pemukiman) yang anggotanya adalah stakeholder atau pemangku kepentingan terkait code yang dibuat. Umumnya dipilih mewakili unsur pemerintah, perguruan tinggi, atau praktisi konstruksi. Hasilnya akan dipublikasikan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

2.      Code atau standar yang ada terlalu disamakan dengan standar luar negeri yang telah ada, tanpa mau merubah atau menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Kesan bahwa para stakeholder dalam bidang ketekniksipilan ini ingin yang praktis saja. Merujuk pada Puslitbang yang menangani pembuatan SNI, anggotanya biasanya adalah para pakar ahli yang mewakili institusi terpandang di negeri ini. Meskipun demikian, umumnya mereka itu bekerjanya sekedar mengandalkan literatur luar negeri. Padahal apa yang terjadi di Indonesia dengan di luar sangat berbeda kondisinya. Namun hal ini didukung karena keterbatasan penelitian di dalam negeri sendiri sebagai penunjang standar yang ada. Memang, bisa saja mereka mempunyai hasil penelitian mandiri, tetapi karena pada dasarnya hasil riset Indonesia masih lemah, dan literatur yang terbitpun tidak mencukupi untuk dijadikan rujukan komprehensif pembuatan code secara mandiri, maka cara kerja pembuatan code sebagaimana terjadi adalah menggunakan literature luar yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan digunakan sehari – hari dalam perancangan. 

3.      Di Indonesia sangat familiar sekali memakai baja Konvensional (Hot-Rolled) dibanding baja ringan (Cold-Rolled) seperti yang biasa digunakan di luar negeri. Padahal karakter keduanya berbeda, juga asosiasi profesi yang menerbitkan peraturan keduanya juga berbeda. Jika tidak dijelaskan khusus, maka yang dimaksud dengan struktur baja adalah kelompok pertama. Ini perlu diungkapkan karena struktur baja ringan sudah lama di Indonesia, sejak 1973 perusahaan dari Australia (PT. BHP Steel Lysaght) telah memproduksi dan memasarkannya dan sampai sekarang tetap eksis bahkan berkembang semakin maju menggantikan struktur kayu yang harganya semakin mahal. Untuk melihat beda antara baja hot-rolled dan cold-formed dapat dilihat pada karakteristik berikut.
·         Baja Hot- rolled (canai panas)
SNI 1729-2015 : Spesifikasi untukbangunan gedung baja structural
Baut mut tinggi dan sistem baja
·         Baja Cold-Formed (canal dingin)
SNI 7971-2013 Sturktur baja canal dingin
Sekrup , rivet, dan batu (las tidak dipakai)
Di Indonesia tenaga ahli konstruksi baja (hot-rolled) relatif banyak karena materinya dijadikan materi perkuliahan di perguruan tinggi. Adapun peraturan baja ringan SNI 7971:2013 adalah yang pertama kali diterbitkan di Indonesia, dan belum menjadi kurikulum wajib di perguruan tinggi.
4.      Inkonsistensi peraturan yang dipakai. Dalam keberjalanannya ada banyak acuan yang dijadikan acuan/peraturan dalam mendesain. Terhitung dari mulai tahun 1927 hingga sekarang banyak sekali peraturan yang terus muncul sebagai akibat perkembangan zaman yang makin selalu memunculkan inovasi baru dalam bidang ketekniksipilan juga. Contoh : 1st manual Steel, ASD (AISC 1989), LRFD, ACD (AISC 2005), hingga yang terbaru adalah AISC 2010. Dari data di atas diketahui bahwa code yang berlaku di suatu negara selalu berubah atau tepatnya up-date terus untuk setiap beberapa tahun sekali. Motivasi yang menyebabkannya bisa berbeda-beda. Biasanya hal itu dimulai dari negara yang asosiasi profesinya cukup kuat, sekaligus dukungan riset yang kuat juga. Padahal seharusnya ketentuan/standar yang baru mencakup evaluasi dari standar yang ada sebelumnya.
Dengan digunakannya faktor probabilitas maka faktor keamanan cara LRFD berbeda antara tiap kasus beban. Variasi beban hidup lebih besar daripada beban mati, oleh sebab itu faktor bebannya juga lebih besar dari beban mati. Adapun cara ASD (AISC 1989) faktor keamanannya sama untuk setiap kondisi beban. Nilainya diperoleh berdasarkan kebiasaan, yang terbukti sukses digunakan bertahun-tahun sebelumnya. Itu pula sebabnya nilai ASD juga dipakai sebagai patokan kalibrasi cara LRFD. Keduanya pada kondisi dimana rasio beban hidup dibanding beban mati adalah 3 (tiga), dibuat sedemikian rupa sehingga faktor keamanannya menjadi sama (AISC 2010). Oleh sebab itu akan timbul perbedaan jika rasio beban hidup dan beban mati berbeda dari yang digunakan untuk nilai kalibrasi. Untuk struktur dengan rasio beban mati lebih besar dari beban hidup, maka pemakaian cara ASD (AISC 1989) akan lebih konservatif (boros) dibanding cara LRFD, demikian juga sebaliknya. Hal ini dikhawatirkan menyebabkan ketidakkonsistenan dalam merancang, sehingga nanti hasil yang didapat tidak memenuhi ketentuan desain yang ada.

5.      Rancangan mengenai sturktur baja tahan gempa yang masih sangat minim. Padahal gempa yang tejadi di Indoensia intensitas nya lebih tinggi dari negara –negara di luar negeri. Dan yang jadi sedikit masalah adalah standar yang sudah ada minim dalam memperhitungkan dampak gempa. Laporan FEMA-350 (2000) menunjukkan bahwa dampak gempa bumi Northridge (USA), tanggal 17 Januari 1994, mengubah semua keyakinan pada standar yang telah ada tadi. Setelah gempa itu terjadi, dijumpai banyak bangunan struktur baja yang dulunya dianggap tahan gempa ternyata mengalami kerusakan getas pada sambungan balok-kolom. Bangunan yang rusak mencakup, satu lantai sampai banyak tingkat, dari usia bangunan 30 tahun sampai konstruksi yang baru selesai dibangun sesaat sebelum gempa terjadi. Bangunan yang rusak juga tersebar pada suatu daerah geografi yang cukup luas, bahkan pada daerah yang dianggap hanya menerima gempa sedang
Padahal jika dikaji secara umum, bangunan struktur baja yang mengalami kerusakan akibat gempa Northridge tersebut telah memenuhi kriteria dasar code tahan gempa yang ada. Hanya saja, kerusakan yang dimaksud belum menyebabkan bangunannya runtuh. Meskipun demikian, struktur bangunan tidak berperilaku sebagaimana yang diharapkan dan kerugian ekonomi terjadi akibat kerusakan sambungan, bahkan pada beberapa kasus terjadi akibat gempa yang relatif kecil dari gempa rencana. Kerugian termasuk juga biaya langsung akibat proses investigasi dan perbaikan sambungan, sekaligus biaya tidak langsung karena proses perbaikan yang diperlukan, juga kerugian jangka panjang akibat perubahan fungsi ruang pada daerah yang rusak.


Inovasi Teknologi
Dibalik beberapa keraguan terkait standar yang telah ada, ternyata SNI 2015 yang mengadopsi sepenuhnya AISC 2010 juga memiliki inovasi unggul disbanding SNI pendahulunya pada tahun 2002. Dampak yang paling terasa adalah penerapan kecanggihan teknologi dalam penerapan perancangannya. Hal inilah yang membuat SNI 2015 layak dipakai dalam perancangan karena kemudahan akses dalam bidang teknologi, sehingga memungkinkan efisiensi desain.
Materi AISC (2010) jika dipelajari ternyata berubah mendasar. Jika sebelumnya (AISC 2005 dan code sebelumnya), strategi perencanaan dapat didasarkan pada analisis struktur yang dapat diselesaikan secara manual (kalkulator). Kalaupun memakai komputer hanya untuk otomatisasi atau kecepatan hitungan. Adapun cara baru, DAM (AISC 2010) harus tergantung ketersediaan komputer. Oleh sebab itu cara lama tetap diakui dan dimuat di Appendix 7 (AISC 2010) sebagai cara alternatif. Karena masih mungkin dipakai, maka dibedakan dengan memberi nama Effective Length Method (ELM).

referensi penulisan di : https://www.researchgate.net/publication/311379158_SNI_17292015_dan_Era_Baru_Perencanaan_Baja_Berbasis_Komputer
Baca selengkapnya

Rabu, 03 Januari 2018

 Muara 2017

Muara 2017


Muara 2017
Sedikit di penghujung tahun 2017 kusempatkan menuliskan beberapa pengalaman di 2 minggu sebelum akhirnya pulang ke kampung halaman di Rembang, ya semua sebenarnya sekedar reminder ku atas perjuangan yang telah kulakukan selama ini. Dan Inilah beberapa cerita terakhir di penghujung 2017ku.

Wawancara BPH
Ya, seketika setelah selesai UAS aku segera kembali ke tanggung jawabku utama sebagai Kahim Terpilih HMS 2018. Aku langsung mengadakan seleksi BPH. BPH sendiri adalah Badan Pengurus Harian dimana merupakan ring 1 di kepengurusan Struktural HMS. Kubuka 5 bidang yang paling dibutuhkan yaitu Kaderisasi, Internal, Keprofeian, Eksternal, dan Kesekteriatan. Aku pun menyeleksinya dengan membuka open recruitment ke semua anggota HMS 2015. Kenapa? Karena aku ingin meyakinkan ke mereka, bahwa mereka punya kesempatan yang sama untuk menyalurkan mimpi mereka. Nantinya yang membedakan hanya kemauan dan niat mereka. Ya, akhirnya sampai saat ini orang – orangnya sudah mengisi posisi tersebut, hingga nantinya akan kuceritakan lebih detail gimana kelanjutannya di cerita selanjutnya.

LMD (Latihan Mujtahid Dakwah) 189
Sebuah lanjutan dari proses kaderisasi masjid Salman ITB bagi para pemuda pemudi yang telah siap dalam ranah berdakwah. Banyak pelajaran hidup yang kudapat disini. Dan ternyata apa yang kupekstesaikan selama ini tentang LMD berubah 90 derajat. Bukan dengan hasil kecewa, tapi dengan hasil luar biasa takjub dengan proses pengkaderannya.

LMD 189 Kali ini mengusung tema – temaseperti LMD sebelum – sebelumnya yaitu ijtihad teknologi. Yang agak membdeakan LMD 189 ini yang sifatnya regular meraih minat dan partisipasi luar biasa, bahkan dari peserta luar jawa. Ya beragam karakteristik orang dikumpulkan jadi satu disini untuk mengusung 1 misi menjadi mujtahid yang baik di jalan masing – masing. Alasanku sederhana, karena diminta salah satu temanku ketua LMD 188 untuk ikut ini sebelum nantinya menjadi seorang Kahim HMS. Aku pun megikutinya dengan low expectations.

Kaderisasi yang unik diterapkan disini. Saya sebagai pengkader diharuskan mengamalkan amal yaumi setiap hari. Sebenarnya bukan sebuah kewajiban, tapi sebuah kebijakan yang harus kita lakukan sebagai peserta LMD.LMD ini selain materi – materi islami yang kami dapat dari 3 peamteri yang luar biasa hebat, kami juga harus menmpuh perjalanan jauh dalam mencapai tempat yang ingin kami tempuh nantinya. Ya, longmarch yang kami lakukan adalah semata – mata untuk menguatkan mental kami selama perjalanan. Diiringi istighfar yang selalu kami amalkan setiap hari, dari ujung depan komando dari Danlap selalu mengingatkan untuk menguatkan diri dengan istighfar. Ada sesi AHA Time yang paling ditunggu oleh para peserta, dimana disini peserta wajib menceritakan apa insight yang didapatkan hari ini selama keberjalanan LMD. Ya beberapa quotes yang saya suka dari LMD ini adalah

 “ Jangan kita yang menunggu cahaya Allah, tapi kit ayang harus mencari cahaya Allah, karena cahaya Allah itu tidak berpendar, namun terarah”

Hal yang menjadi unik adalah, bukan berarti walaupun covernya adalah latihan dakwah, tapi isinya tidak berat. Justru yang buat saya tercengang adalah panitia – panitia yang notabenen adalah anak2 salman dapat membentuk sedemikian rupa kaderisasi yang berat namun beresensi. Bayangkan kami juga selalu disidang setiap pagi sebelum sholat qiyamul lail dan subuh untuk evaluasi hari. Kami juga dimarah2i karena ketidak sigapan kami.

“Esensi kaderisasi sebenarnya adalah penularan nilai, dan nilai hanya bisa ditularkan lewat sebuah ketulusan.

Dan yang menjadikan aku suka dengan konsepnya adalah dari kata2 yang Danlap kami ingatkan. “Perjuangan Kalian sebagai Mujtahid akan lebih berat nantinya daripada sekedar proses kaderisasi ini”.

Ya, banyak cerita, banyak kenangan, apalagi ilmu yang saya dapatkan selama proses ini. Dan kukutipkan quotes terakhir yang paling bagus menurutku yang selalu Danlap katakana kepada kami.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Ahaff: 4)
DIKSAR (26 Desember 2017 – 8 Januari 2018)
Saatnya diksar dimulai, sebuah perhelatan akbar tahunan dari Menwa Yon I/ITB. Melibatkan banyak pihak selama proses perencanaan dan persiapan. Mulai dari siswa, pelatih, Kolat (Komando Latihan) Inti, Danyon, senior, alumni, organik tentara, kesehatan, dan beberapa aspek – aspek lainnya. Ya, inilah wajah batalyon dan jenjang harapan bagi penerus – penerus tahta organisasi nantinya. Siswa yang akan dilantik anggota, calon pelatih yang siap menjadi eksekutor lembaga, dan kolat yang siap memegang tahta kepemimpinan berikutnya. Kami seluruh elemen menwa sadar ini bukanlah acara yang main – main

Terhitung aku 3 hari disana, total 26 siswa dengan terhitung 24 panitia kaderisasi yang terbagi atas 16 pelatih dan 8 kolat inti berada disana selama masa awal di basis. Aku sangat sadar proses ini panjang dan masih berlajut hingga sekarang. Hingga saatnya annti aku akan menuliskannya lebih lanjut
Diksar sendiri terdiri dari 6 hari di basis dan sisanya latraks (Latihan Tradisi Korps).Setelah 3 hari aku pun harus pamit ke teman – temanku, menitipkan salam perjuangan ke mereka, semoga acara ini berjalan lancar sampai akhir tanpa kendala apapun. Amin

Rembang, I’m Coming
Aku memutuskan tuk pulang melalui kereta , menuju Bekasi. Karena sebelunnya aku tak pulang dulu Selama keuarga besar ku berada di rembang, dan ketika aku memutuskan akan pulang, mereka terlanjur sudah kembali ke tempat masing – masing. Ya, itu karena kebijakan liburan hanya semingu juga dari diknas. Dan akhirnya aku meutuskan untuk pulang dengan Mampir ke Bekasi menemui keluarga besar yang sempat tak kutemui selama mereka di Rembang

Tak ada setengah hari aku disana, dan akhirnya pulang menuju rembang. Aku sempat ketiduran di Bis, hingga akhirnya dibangunkan ketika bis sudah berbalik arah menuju pull mereka selanjutnya. Dan sekarang aku duduk di depan laptop kesayangku ini berbagi cerita sekedar untuk refleksi diri sendiri dan berharap semoga cerita cerita di atas bisa bermanfaat bagi siapapun yang terlintas membacanya. Sekian



-           
-           
Baca selengkapnya